Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP hingga Maret 2027

  • 08 Sep 2026 23:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perum Bulog memastikan kesiapan menyalurkan tambahan 1 juta ton beras dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Maret 2027.
  • Penambahan stok tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras di tengah masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Perum Bulog memastikan kesiapan menyalurkan tambahan 1 juta ton beras dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Maret 2027. Penambahan stok tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan beras di tengah masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya sebelumnya mengajukan tambahan sekitar 400 ribu ton beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan September hingga Desember 2026. Hal itu lantaran stok beras SPHP dari alokasi sebelumnya sebanyak 828 ribu ton kini tersisa sekitar 80 ribu ton di gudang Bulog.

"Kebutuhan kami sebenarnya hanya untuk September, Oktober, November, Desember. Tapi arahan dari Pak Menko dan Pak Mentan, kan di bulan Januari, Februari (2027) itu kan belum ada panen. Panen nanti di bulan Maret (2027)," kata Rizal di Jakarta, Selasa 8 September 2026.

Penambahan alokasi beras SPHP tersebut telah disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.

Hadir pula Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata serta sejumlah pihak terkait. Rizal menjelaskan tambahan 1 juta ton beras SPHP dibutuhkan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada akhir tahun, khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Nah 1 juta ton beras SPHP tambahan ini untuk mitigasi, kan mau akhir tahun. Akhir tahun kan mau Natal, tahun baru juga, sehingga kebutuhannya banyak. Kami antisipasi dengan menambah beras SPHP tersebut sesuai arahan dari Pak Menko Pangan," ujarnya.

Menurutnya, penyaluran tambahan beras tersebut tidak hanya dilakukan sampai akhir 2026. Distribusi akan berlanjut hingga awal masa panen pada Maret 2027. Hal ini karena Januari dan Februari 2027 diperkirakan belum memasuki masa panen, sehingga pemerintah perlu memastikan ketersediaan beras di pasar hingga pasokan dari hasil panen kembali tersedia.

Bulog akan menyalurkan beras SPHP melalui berbagai jalur distribusi yang tersedia. Di antaranya Rumah Pangan Kita (RPK), SP2KP, serta saluran distribusi lainnya.

Rizal menambahkan, realisasi penyaluran beras SPHP dari alokasi sebelumnya telah mencapai sekitar 92 persen dari total 828 ribu ton. Dengan demikian, stok yang tersisa di gudang Bulog saat ini diperkirakan sekitar 80 ribu ton.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....