Pemerintah Tambah Satu Juta Ton SPHP Beras

  • 09 Sep 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menambah alokasi SPHP beras medium sebanyak satu juta ton
  • Penambahan dilakukan untuk menjaga pasokan dan harga beras hingga akhir 2026
  • Realisasi penyaluran SPHP 2026 telah mencapai 758 ribu ton atau 91,55 persen
  • Tambahan SPHP akan diarahkan untuk menghadapi musim paceklik dan potensi kenaikan harga beras
  • Penyaluran tambahan satu juta ton direncanakan pada Oktober, November, dan Desember 2026

RRI.CO.ID, Jakarta — Pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak satu juta ton. Tambahan tersebut disiapkan untuk menjaga pasokan dan menekan potensi kenaikan harga beras hingga akhir 2026.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan realisasi SPHP telah mencapai 758 ribu ton. Angka tersebut setara 91,55 persen dari alokasi awal sebanyak 828 ribu ton.

“SPHP kita tambah, beras medium. Untuk menekan harga, ini operasi pasar besar-besaran,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Rabu, 9 September 2026.

Menurut Amran, tambahan satu juta ton tersebut akan diajukan untuk mendapatkan direktif Presiden. Selanjutnya, Kementerian Keuangan akan melakukan reviu terhadap usulan anggaran tambahan tersebut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, tambahan SPHP diperlukan untuk menghadapi musim paceklik. Kekeringan dan kemarau panjang dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga beras di sejumlah daerah.

“SPHP medium, kemarin 828 ribu ton, sudah tinggal 80 ribu lagi. Kita tambah lagi satu juta ton,” kata Zulkifli.

Tambahan SPHP tersebut direncanakan disalurkan pada Oktober hingga Desember 2026. Pemerintah berharap tambahan pasokan dapat menekan kenaikan harga beras di tingkat pasar.

Selain beras medium, Amran meminta Perum Bulog mempercepat distribusi beras premium ke jaringan ritel modern. Penyaluran tersebut didorong melalui mekanisme business to business untuk memperkuat pasokan pasar.

Bapanas mencatat stok beras Bulog mencapai 4,8 juta ton per 7 September 2026. Sementara stok beras komersial yang dikelola Bulog tercatat sekitar 6,7 ribu ton.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan perkembangan harga beras mulai membaik pada awal September. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga beras turun menjadi 115 daerah.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan 147 kabupaten/kota pada pekan terakhir Agustus. Inflasi beras secara tahunan hingga Agustus 2026 juga turun menjadi 2,77 persen dari 3,10 persen pada bulan sebelumnya.

Secara bulanan, inflasi beras pada Agustus tercatat 0,42 persen. Angka tersebut menurun dari 0,49 persen pada Juli dan masih berada di bawah satu persen sepanjang 2026. (*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....