Operasional Penerbangan Bandara Soetta Belum Normal 100 Persen

  • 08 Sep 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belum sepenuhnya normal pascapenutupan sementara selama dua hari
  • Pergerakan pesawat masih banyak yang mengalami keterlambatan (delay) maupun batal terbang

RRI.CO.ID, Tangerang - Operasional Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belum sepenuhnya normal pascapenutupan sementara selama dua hari. Pergerakan pesawat masih banyak yang mengalami keterlambatan (delay) maupun batal terbang.

Sejatinya, kebijakan penutupan sementara, kemarin akibat sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Akhirnya, Selasa 8 September 2026, sudah kembali dibuka.

Ass Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan menyebut pemulihan kegiatan operasional memang memerlukan waktu untuk menata jadwal setiap maskapai. Hal ini berkaitan dengan rotasi pesawat hingga kesiapan kru.

"Iya, itu merupakan bagian yang sedang ditata, berkaitan dengan rotasi pesawat, kesiapan kru dan lain-lain. Betul (maskapai perlu menata soal jadwal penerbangannya, Red)," ujarnya, Selasa 8 September 2026.

Yudistiawan berharap kondisi penataan jadwal penerbangan maskapai dapat segera pulih. Menurutnya, kemungkinan besok jadwal penerbangan sudah normal kembali.

Yudis mengungkapkan pihaknya menargetkan 896 penerbangan dengan estimasi 113 ribu penumpang dapat terlayani hingga pergantian hari nanti. "Semoga besok sudah lebih baik lagi," kata dia.

Hingga pukul 13.00 WIB saja, sambung Yudis, tercatat sebanyak 324 penerbangan telah berhasil dilayani, yang terdiri dari 208 keberangkatan dan 116 kedatangan

“Data yang telah kami terima, penerbangan yang sudah beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 324 penerbangan. Dari 324 penerbangan itu, 208 flight-nya keberangkatan dan 116 penerbangan itu kedatangan," ucapnya.

Diketahui, pemulihan aktivitas ini dilakukan setelah hasil pengamatan dan paper test terhadap kadar abu vulkanik menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, Bandara Soekarno-Hatta telah mencatatkan hasil negatif dari paparan abu vulkanik selama empat kali pemeriksaan berturut-turut.

Kondisi tersebut juga didukung oleh pergerakan angin yang membawa abu vulkanik menjauh dari wilayah Jakarta menuju Samudera Hindia. Meski jadwal penerbangan mulai pulih, Yudis Tiawan menekankan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Pihak bandara secara periodik terus melakukan pembersihan debu vulkanik di area landasan pacu (runway), jalur taksi (taxiway), hingga area parkir pesawat (apron). Mengingat adanya lonjakan penumpang akibat penundaan selama dua hari terakhir, situasi di Terminal 1, 2, dan 3 masih terpantau cukup dinamis.

Sejumlah jadwal keberangkatan di papan pengumuman masih menunjukkan adanya perubahan jadwal atau reschedule. Oleh karena itu, pengelola bandara mengimbau calon penumpang agar senantiasa berkoordinasi dengan customer service masing-masing maskapai dan hanya datang ke bandara jika tiket sudah dalam status terkonfirmasi.

“Kami mengimbau para calon penumpang untuk selalu berkoordinasi dengan customer service maskapai masing-masing. Calon penumpang diimbau memastikan tiketnya telah berstatus confirmed dan terdaftar dengan baik," ujar Yudis.

"Setiap maskapai memiliki sistem atau saluran komunikasi resmi tersendiri untuk menginformasikan status penerbangan kepada para pelanggannya. Calon penumpang yang telah memiliki tiket berstatus confirmed untuk penerbangan hari ini dapat langsung menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Sementara bagi yang belum, kami sarankan untuk berkoordinasi terlebih dahulu melalui saluran resmi maskapai terkait,” sambungnya.

Status gunung api di Selat Sunda tersebut masih berada pada Level 3 (Siaga). Pemerintah pusat melalui instruksi Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta seluruh unsur terkait untuk tetap bersiaga mengantisipasi segala kemungkinan aktivitas vulkanik susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....