Menhaj: Penguatan Kerja Sama Indonesia-Uzbekistan Berbasis Peradaban Islam

  • 08 Sep 2026 17:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Uzbekistan di bidang keagamaan, pendidikan, dan wisata religi.
  • Kerja sama tersebut dinilai memiliki fondasi kuat karena kedua negara memiliki kedekatan sejarah dan tradisi keilmuan Islam.
  • Wakil Gubernur Bukhara Botirjon Shahriyorov menyambut baik peluang penguatan kerja sama tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Uzbekistan di bidang keagamaan, pendidikan, dan wisata religi. Kerja sama tersebut dinilai memiliki fondasi kuat karena kedua negara memiliki kedekatan sejarah dan tradisi keilmuan Islam.

Hal tersebut disampaikan Menhaj saat bertemu Wakil Gubernur Bukhara Botirjon Shahriyorov di Bukhara, Uzbekistan, Senin, 7 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama kedua negara.

Menhaj mengatakan Bukhara dan Samarkand memiliki tempat istimewa bagi masyarakat Indonesia. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai pusat peradaban dan keilmuan Islam yang melahirkan banyak ulama dengan pemikiran dan karya yang dikenal di Indonesia.

"Bukhara dan Samarkand memiliki tempat tersendiri di masyarakat Indonesia," ujar Menhaj. "Banyak tokoh yang datang dari daerah ini yang dikenal di Indonesia," ucapnya.

Menurut Menhaj, kedekatan sejarah dan keagamaan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Kerja sama dapat dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan, hubungan antarlembaga keagamaan, serta pengembangan wisata berbasis sejarah dan peradaban Islam.

Wakil Gubernur Bukhara Botirjon Shahriyorov menyambut baik peluang penguatan kerja sama tersebut. Ia berharap hubungan Indonesia dan Uzbekistan yang telah terjalin dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Kami sangat senang hubungan antara Indonesia dan Uzbekistan telah terjalin dengan baik," kata Botirjon. "Kami berharap hubungan ini terus berlanjut dan semakin kuat," ujarnya.

Botirjon mengatakan Bukhara memiliki kekayaan sejarah dan tradisi keilmuan yang dapat menjadi bagian dari penguatan hubungan Indonesia dan Uzbekistan. Bukhara juga dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam dengan keberadaan madrasah yang sejak dahulu menjadi tempat belajar ulama dari berbagai wilayah.

Imam Besar Bukhara yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya tradisi keilmuan dan warisan arsitektur Bukhara. Menurutnya, kedua unsur tersebut menjadi bagian penting dari identitas sejarah kota yang telah berkembang selama lebih dari 1.000 tahun.

"Bukhara memiliki seni arsitektur yang berumur lebih dari 1.000 tahun," ujarnya. "Kebanggaan Bukhara juga ada pada tradisi keilmuan dan madrasah yang banyak mendidik ulama lokal maupun mancanegara," katanya.

Imam Besar Bukhara juga mengapresiasi perhatian masyarakat Indonesia terhadap Uzbekistan dan warisan keilmuan Islam di wilayah tersebut. Menurutnya, perhatian tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat hubungan masyarakat kedua negara.

Menhaj menilai kekayaan sejarah dan tradisi keilmuan Bukhara membuka ruang kerja sama yang luas. Indonesia dan Uzbekistan dapat mengembangkan wisata religi yang tidak hanya menawarkan perjalanan spiritual, tetapi juga memperkenalkan sejarah, ilmu pengetahuan, dan warisan peradaban Islam.

"Hubungan Indonesia dan Uzbekistan memiliki modal yang sangat kuat," kata Menhaj. "Kita memiliki kedekatan sejarah, keagamaan, dan budaya yang menjadi fondasi baik untuk memperluas kerja sama ke depan," ujarnya.

Pertemuan di Bukhara menjadi bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah memperkuat jejaring kerja sama internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....