Wamenekraf Dorong IP Lokal Indonesia Mendunia

  • 08 Sep 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong penguatan budaya pop sebagai bagian pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang berkelanjutan.
  • Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi kreator, komunitas, dan pelaku industri mengembangkan karya lokal menuju pasar global.
  • Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan penyelenggaraan ICC selama satu dekade menunjukkan konsistensi perkembangan ekosistem budaya pop di Indonesia yang semakin kuat.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong penguatan budaya pop sebagai bagian pertumbuhan ekonomi kreatif nasional yang berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang bagi kreator, komunitas, dan pelaku industri mengembangkan karya lokal menuju pasar global.

Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan penyelenggaraan ICC selama satu dekade menunjukkan konsistensi perkembangan ekosistem budaya pop di Indonesia yang semakin kuat. Menurutnya, keberlanjutan ICC dapat memperkuat ruang kreator, komunitas, dan pelaku industri untuk mengembangkan budaya pop nasional secara berkelanjutan.

“Indonesia Comic Con telah menjadi bagian perjalanan perkembangan budaya pop Indonesia selama satu dekade. Konsistensi menghadirkan kreator, komunitas, dan pelaku industri menunjukkan ruang ini memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan,” kata Irene Umar saat menerima audiensi penyelenggara Indonesia Comic Con (ICC) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Irene menjelaskan keterlibatan reator, komunitas, dan pelaku industri dalam ICC menunjukkan potensi besar budaya pop sebagai bagian ekosistem ekonomi kreatif. Potensi tersebut dinilai mampu memperkuat industri kreatif nasional melalui pengembangan karya lokal serta kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif Indonesia.

“Indonesia Comic Con menghadirkan berbagai subsektor budaya pop, seperti komik, mainan, film, gim, musik, cosplay, dan komunitas kreatif. Ajang ini mempertemukan kreator dan komunitas untuk mengembangkan potensi budaya pop sebagai bagian penting ekonomi kreatif nasional,” ucap Irene.

Director of Panorama Media Andita Tirtawisata mengatakan, ICC diarahkan meningkatkan dan mengembangkan kekayaan intelektual atau IP lokal. Menurutnya, keterlibatan kreator lokal menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan industri kreatif melalui penyelenggaraan Indonesia Comic Con.

“Tujuan kami visi-misinya tetap untuk menaikkan IP lokal. Itu memang sudah salah satu visinya kami,” kata Andita.

Ia menjelaskan, ICC memberikan ruang bagi kreator lokal untuk memperkenalkan karya. Termasuk melalui skema yang lebih terjangkau bagi kreator yang belum memiliki merek besar.

Disisi lain, Project Manager Indonesia Comic Con Lulu Anwar Lulu Anwar mengatakan ICC menjadi ruang pertemuan pelaku budaya pop. Ajang ini mendorong pengembangan industri ekonomi kreatif nasional.

“Indonesia Comic Con sendiri itu adalah reuninya teman-teman pop culture dengan lima pilar. Yakni ada komik, toy, movie, music, dan game,” ucap Lulu.

ICC tahun ini menghadirkan Raya Championship of Cosplay dan Indonesia Cosplay Grand Prix sebagai panggung talenta kreatif Indonesia. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi para cosplayer menampilkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi industri budaya pop nasional ke tingkat global.

Pemenang kompetisi tersebut akan melaju ke babak final dan berkesempatan mewakili Indonesia dalam World Cosplay Summit di Nagoya, Jepang. Selain itu, ICC berkolaborasi dengan Hong Kong Economic and Trade Office untuk mendorong pertukaran kreator antara Indonesia dan Hong Kong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....