Bapanas Percepat Bantuan Beras untuk Kendalikan Harga

  • 08 Sep 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas mempercepat penyaluran bantuan pangan beras agar dapat rampung pada September 2026.
  • Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga inflasi, menstabilkan harga beras, sekaligus memperkuat akses pangan masyarakat.
  • Bantuan pangan beras tersebut diberikan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempercepat penyaluran bantuan pangan beras untuk menjaga stabilitas harga. Penyaluran bantuan ditargetkan rampung pada September 2026 guna memperkuat akses pangan masyarakat.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, percepatan penyaluran penting untuk mengendalikan harga beras. Intervensi pemerintah diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di masyarakat.

“Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras agar rampung pada September 2026. Kalau bisa digeber di bulan September, kami rasa itu akan bisa mengendalikan harga beras,” ujar Ketut di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Ketut, semakin cepat bantuan disalurkan, semakin cepat pula manfaat intervensi dirasakan masyarakat. Langkah tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan daya jangkau masyarakat terhadap kebutuhan pangan.

Bantuan pangan beras diberikan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Program tersebut menyasar 33.244.408 penerima bantuan pangan di seluruh Indonesia.

Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Untuk mempercepat penyaluran, bantuan tiga bulan diberikan sekaligus sehingga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Pemerintah melalui Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Bantuan pangan beras tahap kedua tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan membantu pemenuhan kebutuhan pokok.

Total beras yang disiapkan mencapai 997,2 ribu ton untuk seluruh penerima bantuan pangan. Penyaluran tersebut diharapkan turut meredam tekanan harga beras di tingkat masyarakat.

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah mencapai 33,14 juta penerima. Capaian tersebut setara 99,7 persen dari target 33,24 juta penerima bantuan pangan.

Pada tahap pertama, pemerintah telah menyalurkan 664,88 ribu ton beras kepada masyarakat penerima manfaat. Selain beras, pemerintah juga menyalurkan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....