Pascaterdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Empat Bandara Kembali Beroperasi
- 08 Sep 2026 12:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Empat bandara utama di wilayah Jawa beroperasi kembali setelah ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan abu vulkanik menyebar.
- Operasional bandara dimulai Selasa, 8 September 2026 setelah otoritas penerbangan dan badan meteorologi mengevaluasi dan menyatakan kondisi pascaerupsi telah aman untuk penerbangan.
- Keempat bandara yang kembali beroperasi adalah Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Husein Sastranegara Bandung, dan Radin Inten II Lampung.
RRI.CO.ID, Tangerang – Sebanyak empat bandar udara (bandara) kembali beroperasi setelah terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Operasional kembali berjalan setelah kondisi pascaerupsi dinyatakan aman otoritas penerbangan dan badan meteorologi.
Mengutip unggahan Instagram InJourney Airports, empat bandara tersebut kembali beroperasi mulai Selasa, 8 September 2026. Keempat bandara tersebut yakni Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Husein Sastranegara Bandung, dan Radin Inten II Lampung.
Untuk Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang sudah kembali melayani penerbangan mulai pukul 00.30 WIB pada Selasa, 8 September 2026. Kemudian, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta mulai melayani penerbangan pada pukul 00.40 WIB.
Bandara Husein Sastranegara Bandung juga mulai melayani penerbangan pada pukul 00.42 WIB. Sementara, Bandara Radin Inten II Lampung baru mulai melayani penerbangan pada pukul 10.01 WIB, pada hari ini.
InJourney Airports mengimbau calon penumpang memantau informasi penerbangan sebelum melakukan perjalanan menuju bandara. Calon penumpang juga diminta menghubungi pusat layanan maskapai untuk memperoleh informasi penerbangan terkini.
Selain itu, penumpang juga dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports untuk memperoleh informasi bandara dan bantuan layanan. Adapun keamanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas operasional bandara.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi sebelumnya mengatakan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup. Penutupan dilakukan hingga Senin 7 September 2026, pukul 23.59 WIB.
Hasil paper test abu vulkanik sebenarnya dinyatakan negatif. "Paper test" adalah metode pengujian visual sederhana untuk mendeteksi ada tidaknya endapan abu vulkanik di permukan tanah.
Menteri Dudy sebelumnya menjelaskan pertimbangan memperpanjang penutupan Bandara Soekarno-Hatta . "Berdasarkan evaluasi yang kami lihat, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara bandara," katanya kemarin.
Tujuh bandara itu ditutup sampai dengan Senn 7 September 2026 pukul 23.59 WIB. "Penutupan ini relatif lebih pendek dari penutupan yang sebelumnya," ujar Dudy.
Dudy mengatakan berdasarkan informasi BMKG, saat ini arah angin terlihat ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot. Dia menyebutkan bandara di sekitar Gunung Anak Krakatau dapat dibuka jika arah angin abu vulkanik telah bergeser menjauh.
Apabila arah angin bergeser lebih menjauhi dari bandara-bandara yang sekitaran Gunung Anak Krakatau, maka pemerintah mempertimbangkan membuka kembali. "Jadi, mohon doanya semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi, ya," kata Menteri Perhubungan kemarin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....