Penutupan Soetta, Penumpang Hadapi Potensi Kerugian Tiket Rp20 Juta
- 08 Sep 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah ditutup akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Penutupan bandara berdampak pada perubahan jadwal penerbangan dan kerugian finansial penumpang, salah satunya Ngilman Nasuha yang menghadapi kerugian Rp20 juta.
- Ngilman membawa rombongan dari berbagai daerah menuju Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Singapura yang terhambat akibat dampak penutupan bandara.
RRI.CO.ID, Tangerang – Bandara Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah sempat ditutup akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penutupan tersebut berdampak terhadap perjalanan penumpang, termasuk Ngilman Nasuha yang menghadapi potensi kerugian Rp20 juta.
Menurutnya, perjalanan rombongannya menuju Singapura terdampak perubahan jadwal penerbangan akibat penutupan bandara tersebut. Ia membawa rombongan yang berasal dari sejumlah daerah menuju Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan.
Rombongan tersebut berasal dari Jombang, Tulungagung, dan Solo dengan penerbangan masing-masing menuju Jakarta. Ia bersama rombongan semula menjadwalkan keberangkatan pada 8 September pukul 06.20 pagi dari Jakarta menuju Singapura.
Namun, ia menerima informasi pembatalan penerbangan sehari sebelumnya melalui pesan WhatsApp. Informasi tersebut membuatnya berangkat dari Purwokerto menuju Jakarta untuk mengurus pengembalian dana (refund) tiket rombongan.
Dalam perjalanan menuju Jakarta, Ngilman kembali menerima informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan rombongannya. Penerbangan yang semula dijadwalkan pukul 06.20 kemudian diinformasikan mengalami perubahan menjadi pukul 08.20 pagi.
“Tapi pas saya perjalanan di sini tuh jam 10 malam dari Purwokerto ke sini yang niatnya mau refund, ternyata ada informasi baru dari maskapai. Informasi barunya itu ternyata keberangkatan jam 06.20 itu di-reschedule jam 08.20,” kata Ngilman saat ditemui di Terminal 2 Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 8 September 2026.
“Dari situ kan kayak kita bingung nih, katanya cancel, tapi ternyata di-reschedule, seperti itu. Jadi saya sendiri pun kayak sudah kepalang mau refund, tapi ya mau gimana lagi,” katanya.
Ngilman mengimbau anggota rombongan mempertimbangkan kembali keberangkatan menuju Jakarta. Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah anggota rombongan juga menerima informasi pembatalan penerbangan.
“Mereka juga flight tuh dari kota asal ke Jakarta. Mereka konfirmasi kalau flight mereka itu juga batal,” ucapnya.
Dampak perjalanan tersebut juga dirasakan pada rencana penginapan rombongan selama berada di Singapura. Ngilman mengatakan, pihaknya perlu menunjukkan bukti pembatalan untuk mengupayakan pengembalian dana penginapan.
“Jadi penyelesaiannya itu kita harus punya buktinya dulu sih, bukti kalau memang dari maskapai itu meng-cancel penerbangan kita. Nah, setelah itu saya mencoba menghubungi online travel agent,” kata Ngilman.
Menurut Ngilman, pengembalian dana penginapan masih dalam proses negosiasi dengan pihak terkait di Singapura. Ia mengatakan, sebagian proses pengembalian dana tersebut sejauh ini masih dapat diupayakan.
Sementara itu, Ngilman memperkirakan potensi kerugian tiket pesawat rombongannya mencapai sekitar Rp20 juta. Namun, hingga kini belum terdapat kepastian mengenai pengembalian dana untuk tiket penerbangan tersebut.
“Mungkin untuk kerugiannya itu ya sampai 20 jutaan untuk tiket pesawat. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan,” katanya.
Ia mengatakan, proses pengembalian dana masih diupayakan sambil menunggu kepastian dari pihak terkait. Ia juga terus berkoordinasi dengan anggota rombongan dan maskapai mengenai perkembangan perjalanan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....