Luhut Dorong Danantara jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

  • 08 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mendorong Danantara menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dengan fokus pada dampak nyata investasi.
  • Luhut menekankan bahwa investasi tidak hanya dinilai dari besarnya angka, tetapi dari hasil dan manfaat yang dihasilkan bagi ekonomi.
  • Pertemuan dengan pimpinan Danantara Investment Management membahas pematangan rencana strategis investasi nasional untuk tahun 2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong Danantara menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan investasi tidak hanya dinilai dari besarnya angka, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan.

Luhut menyampaikan hal tersebut saat menerima jajaran pimpinan Danantara Investment Management. Pertemuan tersebut membahas pematangan rencana strategis investasi nasional untuk 2027.

Pertemuan tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintah mendorong Danantara sebagai engine of growth transformasi ekonomi, kemandirian industri, dan efisiensi birokrasi. Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan paparan yang diterima DEN, total permodalan Danantara Indonesia tercatat mencapai Rp310 triliun pada 2025. Nilai tersebut diproyeksikan mengalami akselerasi pertumbuhan hingga dua sampai tiga kali lipat dalam kurun 2026 hingga 2027.

“Saya tekankan bahwa investasi tidak boleh hanya dilihat dari besarnya angka di atas kertas. Indikator utamanya adalah dampak nyata: menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, mendorong alih teknologi,” ujar Luhut di Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Sepanjang 2026, Danantara terus memperluas portofolio investasi strategis, baik di tingkat domestik maupun global. Fokus investasi tersebut mencakup sektor transisi energi, migas internasional, pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI), serta platform pangan berskala besar.

Secara khusus, Danantara memprioritaskan investasi pada pembangunan ekosistem protein regional. Investasi tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar Indonesia sekaligus mendorong transfer teknologi demi peningkatan daya saing pangan nasional.

DEN dan Danantara menyepakati urgensi perbaikan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai rumusan masukan yang akan dilaporkan kepada Presiden. Penekanan biaya ekonomi tinggi akan dilakukan melalui konsistensi reformasi regulasi, penyederhanaan perizinan, dan integrasi sistem investasi yang lebih transparan.

“DEN mendukung penuh penguatan peran Danantara agar diberi ruang gerak luas. Karena yang perlu kita kawal keberanian dan tekad memastikan setiap rupiah yang dikelola benar-benar bekerja bagi rakyat,” kata Luhut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....