Ini Fakta Terbaru Gempa Flores NTT dari BNPB, Wajib Tahu

  • 08 Sep 2026 08:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB memastikan, rangkaian gempa bumi susulan yang masih terjadi di Flores, NTT, belum menimbulkan tambahan korban jiwa.
  • BNPB memperkirakan, potensi gempa susulan masih ada hingga sekitar satu bulan ke depan. Namun, aktivitas tersebut diperkirakan terus berangsur melemah seiring proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.
  • "87 warga tersebut meninggal karena sejumlah faktor seperti kondisi kesehatan, penyakit bawaan, maupun sebab alamiah.

RRI.CO.ID, Jakarta - BNPB memastikan, rangkaian gempa bumi susulan yang masih terjadi di Flores, NTT, belum menimbulkan tambahan korban jiwa. Sejak gempa utama pada 15 Agustus hingga 7 September 2026, tercatat sebanyak 13.156 kejadian gempa mengguncang wilayah tersebut.

BNPB memperkirakan, potensi gempa susulan masih ada hingga sekitar satu bulan ke depan. Namun, aktivitas tersebut diperkirakan terus berangsur melemah seiring proses pemulihan kondisi wilayah terdampak.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan, tidak ada warga yang meninggal dunia akibat gempa-gempa susulan tersebut. “Tidak ada yang meninggal akibat gempa susulan,” kata Suharyanto dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Selasa, 8 September 2026.

Menurut Suharyanto, jumlah korban meninggal dunia yang secara langsung disebabkan oleh gempa utama mencapai 48 orang. Sementara itu, terdapat 87 kematian lainnya yang tercatat secara tidak langsung, tetapi tidak berkaitan dengan gempa susulan.

"87 warga tersebut meninggal karena sejumlah faktor seperti kondisi kesehatan, penyakit bawaan, maupun sebab alamiah. Dengan demikian, BNPB tidak mengategorikan kematian tersebut sebagai korban akibat rangkaian gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama," ucapnya.

Meski aktivitas kegempaan masih berlangsung, BNPB mencatat, intensitas gempa pada pekan keempat mulai menunjukkan kecenderungan menurun. Dalam tujuh hari terakhir, sebanyak 364 gempa susulan tercatat terjadi dan mayoritas tidak dirasakan secara signifikan oleh masyarakat.

Penurunan aktivitas gempa, ia menuturkan, diikuti dengan berkurangnya jumlah warga yang masih berada di pengungsian. Dari sebelumnya mencapai 179.037 orang, jumlah pengungsi per 7 September 2026 turun menjadi 72.864 jiwa.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, mulai kembali ke tempat tinggal masing-masing. Sebagian dari mereka, telah melakukan perbaikan rumah secara bertahap, sedangkan warga dengan rumah rusak berat masih harus bertahan di lokasi pengungsian.

Pemerintah kini menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk kembali ditempati. Selain pembangunan tempat tinggal sementara, pemerintah juga memberikan dukungan berupa dana tunggu hunian bagi masyarakat terdampak.

“Sekarang secara bertahap sedang kami bangunkan hunian sementara ataupun diberikan dana tunggu hunian,” ujar Suharyanto. BNPB menilai penanganan bencana hingga memasuki pekan keempat masa tanggap darurat berjalan cukup baik

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....