Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Dua Kali dalam 26 Menit, Ini Kata PVMBG
- 08 Sep 2026 08:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau, di Banten, kembali mengalami erupsi pada hari ini, Selasa pagi, 8 September 2026.
- Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB.
- Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:08 WIB. Visual letusan tidak teramati
RRI.CO.ID, Jakarta - Gunung Anak Krakatau, di Banten, kembali mengalami erupsi pada hari ini, Selasa pagi, 8 September 2026. Aktivitas vulkanik tersebut, tercatat terjadi dua kali dalam waktu kurang dari setengah jam, masing-masing pada pukul 05.08 WIB dan 05.34 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB. Aktivitas tersebut, terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47 milimeter dan berlangsung selama sekitar 15 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:08 WIB. Visual letusan tidak teramati,” kata PVMBG dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 8 September 2026. PVMBG menjelaskan, tidak teramatinya visual letusan membuat tinggi kolom erupsi pada kejadian pertama tidak dapat diketahui.
Erupsi kembali terjadi sekitar 26 menit kemudian, tepatnya pukul 05.34 WIB. Pada erupsi kedua, PVMBG juga mencatat, tidak adanya pengamatan visual terhadap tinggi kolom letusan.
“Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Selasa, 08 September 2026, pukul 05:34 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati,” ucap PVMBG.
Erupsi kedua tersebut, PVMBG menuturkan, terekam dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan berlangsung selama sekitar 10 detik. Dengan demikian, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu sekitar 26 menit pada Selasa pagi.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terus dipantau oleh instansi terkait. PVMBG mengimbau, masyarakat untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif untuk menghindari potensi bahaya akibat aktivitas erupsi. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Hal itu, berdasarkan analisis data PVMBG, VAAC Darwin, serta citra satelit Himawari-9. Yakni, sebaran abu pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB teridentifikasi hingga ketinggian 6.000 kaki atau sekitar 1,8 kilometer.
Sebaran abu tersebut terpantau bergerak ke arah selatan-barat daya dan mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat laut Banten. BMKG menyebut, pergerakan abu vulkanik pada kondisi terkini mengarah menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau dan diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....