Tanggal 8 September Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Momen Pentingnya

  • 08 Sep 2026 08:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Literasi Internasional, Hari Pamong Praja, dan Hari Terapi Fisik Sedunia.
  • Hari Literasi Internasional telah diperingati sejak 1967 untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kemampuan literasi.
  • World PT Day 2026 menyoroti peran fisioterapi dalam penyakit kardiovaskular dan stroke.

RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 8 September 2026 diperingati melalui sejumlah momentum penting di Indonesia maupun dunia. Peringatan tersebut membawa pesan mengenai literasi, pelayanan pemerintahan, hingga pentingnya fisioterapi bagi kesehatan.

Tiga momentum tersebut meliputi Hari Literasi Internasional, Hari Pamong Praja, dan Hari Terapi Fisik Sedunia. Masing-masing memiliki sejarah serta tujuan berbeda yang terus diperingati hingga saat ini.

Melansir Nationaltoday dan sejumlah sumber, berikut sejarah peringatan setiap 8 September:

1. Hari Literasi Internasional

Hari Literasi Internasional atau International Literacy Day diperingati masyarakat dunia setiap 8 September. UNESCO mencatat peringatan tersebut telah diselenggarakan setiap tahun sejak 1967.

Peringatan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya literasi dalam membangun kehidupan yang lebih berpengetahuan. Literasi juga berperan mendukung terciptanya masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan.

Literasi dalam perkembangannya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membaca dan menulis. Kemampuan tersebut juga mencakup memahami, menggunakan, mengevaluasi, serta mengolah berbagai informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Momentum ini sekaligus mendorong peningkatan akses pendidikan dan kemampuan literasi untuk berbagai kelompok usia. Sekolah, perpustakaan, komunitas, maupun lembaga pendidikan dapat menggelar beragam kegiatan literasi.

Kegiatan tersebut dapat berupa membaca, menulis, diskusi, hingga edukasi mengenai penggunaan informasi secara tepat. Upaya tersebut diharapkan semakin memperluas budaya literasi dalam kehidupan masyarakat.

2. Hari Pamong Praja

Tanggal 8 September di Indonesia juga dikenal sebagai peringatan Hari Pamong Praja. Momentum tersebut berkaitan dengan perjalanan dan peran aparatur pamong praja dalam pemerintahan daerah.

Sejarahnya mencatat Detasemen Polisi Pamong Praja Keamanan Kapanewon dibentuk di Yogyakarta pada 30 Oktober 1948. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Detasemen Polisi Pamong Praja pada 10 November 1948.

Perkembangan kelembagaan berlanjut dengan pembentukan Kesatuan Polisi Pamong Praja di Jawa dan Madura. Kesatuan tersebut resmi dibentuk pada 3 Maret 1950.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018, Satpol PP merupakan perangkat pemerintah daerah. Lembaga tersebut menjalankan sejumlah tugas terkait ketertiban, ketenteraman, dan perlindungan masyarakat.

Satpol PP juga bertugas menegakkan peraturan daerah serta peraturan kepala daerah pada masing-masing wilayah. Tugas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Hari Pamong Praja pada 8 September berbeda dengan Hari Jadi Satpol PP setiap 3 Maret. Keduanya berkaitan dengan perjalanan pamong praja, tetapi memiliki konteks sejarah peringatan berbeda.

3. Hari Terapi Fisik Sedunia

Hari Terapi Fisik Sedunia atau World PT Day turut diperingati setiap tanggal 8 September. Tanggal tersebut berkaitan dengan berdirinya organisasi World Physiotherapy pada 1951.

World Physiotherapy kemudian menetapkan 8 September sebagai World PT Day pada 1996. Peringatan tersebut menjadi momentum mengenalkan kontribusi fisioterapis terhadap kesehatan dan kemandirian masyarakat.

Fisioterapi berperan membantu seseorang mempertahankan kemampuan bergerak serta menjalankan aktivitas secara mandiri. Pelayanan tersebut mencakup pencegahan, penanganan, hingga pemulihan berbagai kondisi yang memengaruhi pergerakan tubuh.

Pada 2026, World PT Day mengangkat tema mengenai penyakit kardiovaskular dan stroke. Kampanye tersebut menyoroti kontribusi fisioterapi serta aktivitas fisik dalam pencegahan hingga rehabilitasi.

World Physiotherapy juga menyediakan beragam materi untuk mendukung pelaksanaan kampanye tahun ini. Materinya mencakup poster, lembar informasi, konten media sosial, hingga panduan kegiatan.

Ketiga peringatan tersebut menunjukkan 8 September memiliki makna dalam bidang pendidikan, pemerintahan, dan kesehatan. Momentum tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai peran literasi, pelayanan publik, serta kesehatan dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....