Kolaborasi Kemkomdigi-BP2MI Berantas Konten Penipuan Iklan Lowongan Kerja

  • 08 Sep 2026 06:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemkomdigi melakukan penindakan tegas terhadap konten penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri di ruang digital.
  • Kolaborasi antara Kemkomdigi dan BP2MI untuk mengatasi penipuan iklan lowongan kerja luar negeri fiktif yang telah meresahkan masyarakat.
  • Menteri Komdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya upaya pemberantasan konten penipuan yang menggunakan modus lowongan kerja luar negeri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), melakukan penindakan tegas terhadap konten penipuan di ruang digital. Terlebih lagi ditegaskan Menteri Komdigi (Menkomdigi) Meutya Hafid, penipuan itu, berkedok lowongan kerja luar negeri.

Hal ini merupakan hasil kolaborasi Kemkomdigi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Penindakan konten penipuan berkedok iklan lowongan kerja luar negeri fiktif ini diungkapkan Menkomdigi, telah meresahkan masyarakat.

"Kami tidak akan membiarkan ruang digital menjadi sarana untuk menipu pencari kerja. Ini menunjukkan penipuan berkedok lowongan kerja menjadi ancaman serius bagi masyarakat," kata Meutya dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menkomdigi menuturkan bahwa penindakan telah dilakukan sejak Januari hingga Agustus 2026, melalui tim patroli siber Kemkomdigi dan BP2MI. Hingga saat ini, kata Meutya, tim patroli berhasil melakukan penindakan dengan menurunkan 7.908 konten iklan di ruang digital.

Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti melakukan patroli dan penindakan konten penipuan berkedok iklan. Langkah penindakan dipastikannya akan terus diakselerasi, bahkan diperluas melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga terkait.

"Penindakan akan terus kami perkuat dan percepat bersama kementerian serta lembaga terkait. Pelaku kejahatan tidak boleh leluasa memanfaatkan ruang digital untuk mencari korban," ujarnya.

Meski demikian ia juga meminta agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan, saat menerima penawaran kerja melalui internet. Ditekankan Meutya, verifikasi terhadap keaslian informasi, menjadi kunci utama dalam pencegahan penipuan daring.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....