Menteri Pertanian Pastikan Stok Aman dengan Tambah Alokasi Beras SPHP
- 07 Sep 2026 23:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Impor beras pecah atau menir sebanyak 380 ribu ton dihentikan
- Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan produksi dan ketersediaan beras nasional aman menghadapi El Niño
- Pemerintah menambah alokasi beras SPHP medium sebanyak satu juta ton
- Tambahan SPHP akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026
- Pemerintah mempercepat bantuan pangan dan menyiapkan operasi pasar untuk menjaga harga beras
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi dan ketersediaan beras nasional aman menghadapi El Nino. Pemerintah menambah alokasi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) medium sebanyak satu juta ton.
Amran menyampaikan kepastian tersebut usai rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Senin 7 September 2026. Rapat membahas langkah pemerintah menjaga pasokan dan harga pangan selama kemarau berlangsung lebih panjang.
“Kesimpulan semuanya, aman, aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman,” ujar Amran.
Amran mengatakan tambahan SPHP menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat pasokan beras di pasar. Pemerintah juga mendorong beras medium dan premium masuk melalui jaringan ritel.
Selain itu, pemerintah mempercepat bantuan pangan dan menyiapkan operasi pasar secara besar-besaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
“SPHP ditambah satu juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,” katanya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan tambahan tersebut merupakan keputusan pemerintah merespons kondisi pasokan beras. Pemerintah menambah suplai SPHP medium sebanyak satu juta ton untuk memperkuat ketersediaan di pasar.
“Untuk merespons itu, maka kami baru saja rapat memutuskan: kita tambah suplainya untuk beras subsidi,” kata Zulkifli.
Tambahan SPHP medium tersebut akan disalurkan mulai Oktober hingga Desember 2026. Penyaluran kemudian dilanjutkan hingga memasuki masa panen berikutnya untuk menjaga kesinambungan pasokan.
Pemerintah juga menghentikan impor beras pecah atau menir sebanyak 380 ribu ton. Stok Bulog yang mengalami penurunan mutu akan dioptimalkan untuk kebutuhan industri tepung beras.
“Beras yang diimpor itu 380 ribu ton, beras pecah, itu kita stop,” ujar Amran.
Selain beras, pemerintah menyediakan SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton. Kebijakan tersebut ditujukan membantu peternak rakyat dan pelaku usaha kecil-menengah menghadapi tekanan pasokan selama kemarau.
Amran menegaskan pemerintah mengambil langkah mitigasi lebih awal untuk menjaga stabilitas pangan. Pemerintah memperkuat produksi, distribusi, bantuan pangan, dan intervensi pasar menghadapi El Nino.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....