Menteri Sosial Minta Kepala Sekolah Perketat Pengawasan Operasi Rumah

  • 07 Sep 2026 23:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Toilet sekolah diminta diperiksa sedikitnya dua kali sehari
  • Pemasangan AC, CCTV, kabel, dan saluran air harus dilakukan rapi dan aman
  • Mensos Saifullah Yusuf meminta kepala Sekolah Rakyat memperketat pengawasan operasional sekolah
  • Pengawasan mencakup kebersihan, pemeliharaan fasilitas, administrasi, dan pengelolaan keuangan
  • Kepala sekolah diminta menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf meminta kepala Sekolah Rakyat memperketat pengawasan operasional sekolah. Pengawasan mencakup kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta pengelolaan administrasi dan keuangan.

Gus Ipul menyampaikan arahan tersebut bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat rapat daring dengan kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia, Senin 7 September 2026. Ia menilai tanggung jawab kepala sekolah akan semakin besar seiring bertambahnya jumlah siswa dan sekolah.

Tahun ini Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung sekitar 45 ribu siswa. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 150 ribu siswa pada tahun berikutnya seiring pembangunan gedung permanen.

“Saya mengajak para kepala sekolah naik level cara berpikirnya. Karena Bapak-Ibu sekalian ini bukan hanya sekadar kepala sekolah biasa, tapi adalah kepala sekolah istimewa,” ujar Gus Ipul.

Khusus sekolah yang telah menempati gedung permanen, Gus Ipul meminta perawatan fasilitas melibatkan seluruh warga sekolah. Guru, tenaga kependidikan, keamanan, kebersihan, dan siswa perlu ikut menjaga fasilitas bersama.

Ia juga meminta kepala sekolah menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu gerakan yang diperkenalkan adalah “Lisa Bunga”, yakni Lihat Sampah, Ambil, dan Buang pada Tempatnya.

“Gerakan ‘Lisa Bunga’ diimotori oleh para kepala sekolah. Kepala sekolah sering-sering menjadi contoh, menjadi kompas moral,” katanya.

Gus Ipul memberi perhatian khusus terhadap kebersihan toilet sekolah dan asrama. Kepala sekolah diminta mengecek kondisi toilet siswa sedikitnya dua kali sehari.

“Kata kunci kita untuk menentukan kebersihan yang pertama-tama adalah toilet kita. Kalau toiletnya sudah bersih, insya Allah tempat tidur, dapur, dan kelas akan lebih bersih,” ujarnya.

Pengawasan juga diminta dilakukan terhadap pemasangan fasilitas tambahan di gedung permanen. Pemasangan AC, CCTV, kabel, dan saluran pembuangan air harus direncanakan agar aman dan rapi.

“Jangan mau tidak rapi, jangan mau asal pasang. Kepala sekolah harus memastikan pemasangan CCTV maupun AC dan yang lain-lain harus rapi,” ucapnya.

Selain fasilitas fisik, Gus Ipul meminta kepala sekolah memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan. Ia mengingatkan pengelolaan anggaran harus dilakukan secara tertib dan tanpa penyimpangan.

“Usahakan tata kelola keuangan kita itu benar-benar diterapkan dengan baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan,” katanya.

Kepala sekolah juga diminta menyampaikan laporan tepat waktu dengan dokumen pendukung yang lengkap. Gus Ipul menekankan pentingnya kepala sekolah menjadi teladan agar budaya korupsi tidak berkembang.

Pemerintah sejauh ini telah membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun. Bersama sekolah rintisan yang masih aktif, total Sekolah Rakyat kini mencapai 182 titik.

Jumlah tersebut akan terus bertambah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....