KAI dan Whoosh Siapkan Transportasi Alternatif Dampak Erupsi Anak Krakatau

  • 07 Sep 2026 21:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI Daop 6 mencatat kenaikan penumpang 12,5 persen setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup.
  • KAI dan Whoosh menyiapkan kapasitas tambahan untuk mengakomodasi peningkatan penumpang terdampak gangguan penerbangan.
  • Penambahan perjalanan kereta harus mempertimbangkan GAPEKA dan dilakukan melalui koordinasi karena jadwal saling berkaitan.

RRI.CO.ID, Jakarta — KAI dan KCIC menyiapkan layanan kereta api sebagai alternatif transportasi bagi penumpang terdampak gangguan penerbangan. Langkah tersebut dilakukan menyusul penutupan sejumlah bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida, mengatakan jumlah penumpang mengalami peningkatan setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup. KAI Daop 6 mencatat sekitar 51 ribu penumpang pada hari tersebut, meningkat 12,5 persen dibandingkan kondisi biasanya.

“Memang setelah kita pantau ada peningkatan sekitar 12,5 persen dibandingkan hari-hari biasa. Biasanya kita melayani sekitar 45 ribu pelanggan menjadi 51 ribu pelanggan,” ujar Feni saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Senin, 7 September 2026.

KAI Daop 6 mengoperasikan satu kereta tambahan relasi Yogyakarta-Gambir pada Senin, 7 September 2026. Kereta tersebut dijadwalkan berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.

Sementara itu, KCIC memastikan operasional kereta cepat Whoosh tetap berjalan normal di tengah sebaran abu vulkanik. Whoosh beroperasi sebanyak 62 perjalanan per hari dengan jarak antar perjalanan sekitar 30 menit.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan kapasitas Whoosh masih mampu mengakomodasi tambahan penumpang. KCIC juga menyiapkan petugas tambahan untuk mengantisipasi peningkatan volume penumpang dari Bandara Kertajati.

“Untuk hari ini sendiri, kita beroperasi sebanyak 62 perjalanan dan kondisi volume penumpang masih terpantau normal. Jika sewaktu-waktu ada peningkatan penumpang, ini bisa terakomodir dari perjalanan Whoosh,” katanya.

Eva mengatakan penumpang dari Bandara Kertajati dapat menuju stasiun Whoosh terdekat di Tegalluar atau Padalarang. Pengangkutan dari bandara menuju stasiun tersebut menjadi bagian dari skema transportasi yang disiapkan pemerintah daerah.

KAI juga menyiapkan penambahan perjalanan apabila kondisi dan grafik perjalanan memungkinkan. Namun, penambahan tersebut harus melalui koordinasi karena dapat memengaruhi rangkaian perjalanan kereta lainnya.

“Kalau ada kereta api tambahan, itu harus melihat apakah grafik perjalanan masih memungkinkan. Kita tidak bisa serta-merta menambahkan perjalanan karena semuanya saling menyambung,” ucap Feni.

Menurut Feni, KAI tidak memberikan perlakuan khusus bagi penumpang yang sebelumnya memiliki tiket pesawat. Seluruh masyarakat tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menggunakan layanan kereta api.

KCIC juga membuka kemungkinan koordinasi dengan maskapai atau operator bandara untuk mengakomodasi penumpang secara rombongan. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan apabila terdapat permintaan resmi dari pihak terkait.

Baik KAI maupun KCIC memastikan operasional kereta api sejauh ini tetap aman dan tidak terdampak langsung abu vulkanik. Keduanya tetap melakukan pemantauan kondisi serta menyiapkan langkah mitigasi jika situasi mengalami perubahan.

KAI mengimbau penumpang memeriksa kembali jadwal perjalanan dan datang lebih awal ke stasiun. Penumpang juga diminta menggunakan masker serta mematuhi arahan petugas selama perjalanan. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....