Menko AHY: Penyeberangan Merak-Bakauheni Masih Normal

  • 07 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan normal.
  • Tidak ditemukan potensi tsunami dan kondisi perairan masih relatif aman.
  • Jumlah penumpang menurun, sementara pemerintah tetap memperketat pengawasan keselamatan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Aktivitas pelayaran dan penyeberangan Merak-Bakauheni masih dapat beroperasi dengan baik di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut didukung permukaan air laut dan gelombang yang masih dalam batas normal.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kondisi laut dalam dua hingga tiga hari terakhir relatif aman. Pemerintah juga tidak menemukan indikasi peningkatan permukaan air laut yang ekstrem.

“Secara umum ini masih bisa beroperasi dengan baik karena dua sampai tiga hari terakhir tidak diindikasikan terjadi peningkatan permukaan air laut yang sangat ekstrem. Gelombang juga masih relatif dalam ukuran yang normal,” ujar AHY saat konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.

AHY mengatakan tidak ditemukan potensi tsunami di wilayah tersebut. Dengan kondisi itu, aktivitas pelayaran dan penyeberangan Merak-Bakauheni masih dapat dilakukan.

“Tidak ada atau tidak ditemukan potensi tsunami, bisa dikatakan angkanya di bawah 50 persen. Jadi pelayaran masih bisa dilakukan, penyeberangan masih bisa dilakukan,” katanya.

Meski demikian, aktivitas penyeberangan tetap dilakukan dengan pengawasan ketat dari pemerintah. Keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlangsungan operasional pelayaran.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dampak abu vulkanik tidak hanya dirasakan sektor penerbangan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

AHY menuturkan abu vulkanik mengandung material silika yang dapat berdampak pada mesin dan operasional landasan pacu. Masyarakat juga perlu mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan, terutama kelompok rentan.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain lansia, balita, dan masyarakat dengan riwayat gangguan pernapasan. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama kondisi sebaran abu vulkanik berlangsung.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi juga memastikan kondisi kawasan Merak masih dalam batas normal. Meski abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau, belum ditemukan dampak lain di luar kondisi normal.

“Kondisi di Merak masih belum terdampak, meski abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau. Tidak ada gejala-gejala yang di luar normal selain abu tentunya,” ujar Dudy.

Menurut Dudy, operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak masih berjalan seperti biasa. Namun, jumlah penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan mengalami penurunan.

“Terhadap operasional penyeberangan masih berjalan. Hanya memang terjadi penurunan jumlah penumpang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....