BNPB Padamkan 71.274 Hektare Lahan Gambut di Enam Provinsi
- 07 Sep 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BNPB mencatat 71.274,29 hektare dari total 72.008 hektare lahan gambut telah berhasil dipadamkan.
- Sebanyak 734,81 hektare lahan gambut masih terbakar dan terus ditangani di enam provinsi prioritas.
- Pemerintah mengerahkan 43.481 personel serta 55 pesawat untuk memperkuat operasi penanganan karhutla.
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 71.274,29 hektare lahan gambut telah dipadamkan di enam provinsi prioritas karhutla. Saat ini, sekitar 734,81 hektare masih terbakar dan terus ditangani melalui operasi darat serta udara.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan total kebakaran lahan gambut mencapai 72.008 hektare di enam provinsi. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
“Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan. Dilakukan lagi patroli dari hasil satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB. Hotspot itu kita patroli, baik lewat udara maupun darat,” ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi di Jakarta, Senin, 7 September 2026.
Suharyanto menyebut luasan lahan yang masih terbakar bisa berubah mengikuti perkembangan titik api di lapangan. Kondisi tersebut terjadi karena api pada lahan gambut dapat kembali membara setelah sebelumnya berhasil dipadamkan.
“Tapi kadang-kadang juga bisa naik. Karena ada titik api yang baru atau yang terbakar kemarin sudah padam itu membara lagi,” katanya.
Pemantauan dilakukan melalui patroli udara dan darat berdasarkan informasi titik panas yang teridentifikasi melalui satelit. Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan titik api baru maupun bara lama yang kembali muncul setelah pemadaman.
Selain lahan gambut, BNPB mencatat kebakaran pada sejumlah kawasan non-gambut yang juga membutuhkan penanganan. Kebakaran tersebut tersebar di Kalimantan Timur, Jawa Timur, Papua Barat, hingga wilayah Solo.
Di kawasan IKN, Kalimantan Timur, kebakaran tercatat seluas 4.458 hektare dan masih dalam penanganan. Gunung Ijen terbakar 2,5 hektare, sedangkan Gunung Butak di Jawa Timur mencapai 16,5 hektare.
Kebakaran seluas 223,5 hektare di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, kebakaran 4,6 hektare di TPA Putri Cempo, Solo, masih menjalani proses pemadaman.
Suharyanto mengatakan pemadaman pada lahan non-gambut relatif lebih mudah dibandingkan penanganan kebakaran lahan gambut. Sebab, api pada gambut dapat kembali membara di bawah permukaan meski sebelumnya terlihat sudah padam.
"Penanganan karhutla turut diperkuat dengan pengerahan 43.481 personel gabungan di berbagai wilayah terdampak. Kekuatan tersebut digunakan untuk mendukung pemadaman, patroli, serta mencegah kebakaran meluas menuju kawasan lainnya," ujarnya.
Selain operasi darat, pemerintah mengerahkan 55 pesawat untuk memperkuat penanganan kebakaran melalui operasi udara. Sebanyak 19 pesawat digunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 36 lainnya melakukan water bombing.
Pengerahan operasi darat dan udara tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman pada wilayah yang masih terbakar. BNPB juga terus memantau titik panas untuk memastikan kebakaran yang telah padam tidak kembali membara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....