ASDP: Tak Ada Penumpukan Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni

  • 07 Sep 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni membantah isu terkait kemacetan dan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
  • Humas ASDP Cabang Bakauheni Andi Kurniawan memastikan, hingga Senin 7 September 2026, arus kendaraan di Pelabuhan Bakauheni disebut masih berjalan lancar.
  • Andi juga mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni membantah isu terkait kemacetan dan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Isu terjadinya kemacetan sebelumnya sempat beredar pada Minggu 6 September 2026 malam.

Informasi tersebut membuat pengguna jasa, khususnya pengemudi kendaraan besar. Mereka khawatir aktivitas penyeberangan terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Humas ASDP Cabang Bakauheni Andi Kurniawan membantah kabar tersebut. Hingga Senin 7 September 2026, arus kendaraan di Pelabuhan Bakauheni disebut masih berjalan lancar.

Andi memastikan nahea tidak terjadi penumpukan kendaraan seperti yang ramai diperbincangkan. "Untuk semua kendaraan lancar ya," kata Andi, Senin 7 September 2026.

Andi juga mengingatkan masyarakat dan pengguna jasa agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Terlebih, situasi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini memang memicu kekhawatiran masyarakat.

"Jangan mudah termakan isu yang tidak jelas sumbernya," ujarnya. Menurut Andi, layanan penyeberangan lintasan Bakauheni-Merak tetap berjalan normal sejak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meningkat pada akhir pekan hingga Senin.

"Sejauh ini sejak erupsi besar Krakatau Sabtu (5/9/2026) sampai hari ini, alhamdulillah semua berjalan normal," katanya. Meski operasional penyeberangan berjalan normal, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Petugas di kawasan pelabuhan juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan debu atau abu vulkanik.

Kondisi normal di Bakauheni tersebut sejalan dengan data operasional ASDP. Pada Minggu (6/9/2026), sebanyak 28 kapal disiapkan dan beroperasi dari sisi Bakauheni. Sementara dari Pelabuhan Merak, sebanyak 32 kapal disiapkan untuk mendukung layanan penyeberangan.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan aspek keselamatan pengguna jasa dan pelayaran tetap menjadi prioritas perusahaan di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. ASDP terus memantau perkembangan kondisi di sekitar Selat Sunda dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan layanan penyeberangan tetap aman dan berjalan sesuai kondisi lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....