Presiden Prabowo Minta Rakyat Harus Siap Hadapi Bencana
- 07 Sep 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memastikan respon cepat pemerintah hadapi bencana
- Presiden Prabowo meminta mitigasi bencana sebelum terjadi gempa
- Indonesia adalah negara rawan gempa karena berada di Ring of Fire
RRI.CO.ID. Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia harus siap menghadapi keadaan bencana alam karena Indonesia merupakan wilayah rawan bencana. Indonesia, kata Presiden Prabowo, berada di kawasan Ring of Fire.
"Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana, ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat," kata Presiden Prabowo Subianto dalam ratas di Istana Merdeka, Senin, 7 September 2026.
Sejumlah bencana besar melanda Indonesia seperti banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh pada 2025. Selanjutnya gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan, Sumatra serta erupsi Gunung Anak Krakatau.
Presiden Prabowo akan menambah anggaran untuk mitigasi bencana. Presiden Prabowo juga meminta mitigasi bencana dilakukan sebelum bencana.
"Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan, saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu. Jadi kita persiapan mengatasi mitigasi, jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya harus kita siapkan," katanya.
Presiden Prabowo menyebut penanganan bencana lebih baik ketimbang sebelumnya. Presiden Prabowo menegaskan pemerintah memiliki respon yang cepat untuk penanganan bencana.
"Sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu respons kita sangat cepat. Keadaan bencana Sumatera, Aceh, Sumut dan Sumbar ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat ya, kita pulihkan keadaan dengan kekuatan kita sendiri," katanya.
"Menurut saya kita cukup berhasil, kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan. Tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif," katanya menegaskan.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Nasional Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan penanganan tanggap darurat pascabencana gempa bumi di NTT. Menurutnya penanganan berjalan baik karena tidak ada korban jiwa akibat gempa susulan.
"Kesimpulannya Bapak Presiden, menurut kami BNPB hingga hari ke-24 atau ke-23 pasca bencana, ini kegiatan tanggap darurat berjalan lancar. Pasar-pasar ini sudah ramai, acara-acara keagamaan juga sudah berlangsung, termasuk juga acara-acara pernikahan, acara-acara sosial masyarakat ini juga sudah kembali pulih," kata Suharyanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....