Hari Kedua Penutupan Bandara Soekarno-Hatta, 75.236 Penumpang Terdampak

  • 07 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pada hari kedua penutupan sementara operasional penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terdapat 194.451 penumpang terdampak
  • Hal ini akibat sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Tangerang - Sebanyak 75.236 calon penumpang terdampak pada hari kedua penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Penutupan dilakukan akibat sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan mengatakan, sebanyak 624 rencana penerbangan tidak dapat beroperasi pada hari kedua penutupan. "Pada hari kedua penutupan tercatat sebanyak 624 rencana penerbangan terpaksa tidak dapat beroperasi dan sedikitnya 75.236 calon penumpang terdampak," ujar Yudistiawan, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, seluruh rencana penerbangan yang masuk ke Pusat Perencanaan Penerbangan belum dapat beroperasi seiring diperpanjangnya penutupan bandara hingga pukul 18.00 WIB. "Untuk hari ini, rencana penerbangan yang masuk ada 624 pergerakan pesawat yakni 461 rute domestik, 156 rute internasional dan tujuh penerbangan kargo," katanya.

Yudistiawan mengatakan, puluhan ribu penumpang yang dijadwalkan terbang pada hari kedua penutupan belum dapat diberangkatkan. Penghentian operasional dilakukan setelah diterbitkannya NOTAM (Notice to Airmen atau Notice to Air Missions) terbaru terkait batas keamanan ruang udara di sekitar bandara.

"Dari 624 jumlah flight tersebut, rencana jumlah penumpangnya sekitar 75.236 penumpang. Namun, sampai saat ini memang belum ada operasi penerbangan karena bandara masih tertutup," ujarnya.

Sejumlah maskapai, termasuk Garuda Indonesia telah mengumumkan penundaan dan pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan penumpukan calon penumpang di area terminal.

Sebelumnya, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat sebanyak 1.039 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Data tersebut merupakan akumulasi pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain.

Dampak tersebut tercatat hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 21.30 WIB dengan jumlah penumpang terdampak mencapai 119.215 orang. "Terdapat 1.039 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain dan sebagainya," kata Yudistiawan.

Pihak pengelola juga mengaktifkan prosedur pemulihan layanan dengan menyediakan bantuan makanan ringan dan fasilitas bus gratis bagi penumpang terdampak. Layanan bus disiapkan menuju empat kota utama tujuan antarkota di Pulau Jawa.

Selain itu, pemeriksaan keselamatan armada pesawat diperketat. Hal ini untuk mencegah kerusakan mesin akibat paparan partikel abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....