Kian Panjang Penutupan Bandara Soetta dan Halim, Prediksi 18.00 WIB

  • 07 Sep 2026 10:58 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kembali penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma diperpanjang
  • Diprediksi hingga pukul 18.00 WIB, imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Tangerang - Kembali penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma diperpanjang. Diprediksi hingga pukul 18.00 WIB, imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sejatinya, AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan. Pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.

"Pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) diterbitkan berupa periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026," ujar keterangan resmi AirNav, Senin 7 September 2026.

Rinciannya, ada dua NOTAM yang dirilis. Pertama, untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, mulai pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026. Kedua, untuk Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), status CLOSED, berdasarkan NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26, mulai pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026.

Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan. Hal ini dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," tulis AirNav lagi.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan. Tujuannya untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Pantauan rri.co.id, petugas Bandara Internasional Soekarno-Hatta membersihkan area airside yang terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Airside adalah area bandara yang digunakan secara langsung untuk kegiatan operasional pesawat dan memiliki akses terbatas.

Petugas bandara melakukan pembersihan dan pengecekan area airside secara menyeluruh. Pembersihan dilakukan di sejumlah area, termasuk apron, taxiway, serta fasilitas pendukung operasional penerbangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan agar operasional penerbangan dapat kembali berjalan dengan aman. Seluruh proses pembersihan dan pengecekan kondisi area tersebut dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi untuk memastikan operasional penerbangan dapat kembali berjalan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Diketahui, penghentian operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 08.59 WIB akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 1.039 penerbangan dan 119.215 penumpang mengalami dampak langsung berupa pembatalan hingga pengalihan pendaratan.

Pihak pengelola mencatat 301 penerbangan mengalami pembatalan langsung dari area terminal bandara darat. Jumlah tersebut mencakup 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, serta sepuluh penerbangan kargo angkutan barang.

Manajemen mengaktifkan prosedur penanganan pemulihan layanan guna membantu seluruh pengguna jasa di stasiun penerbangan. Pihak pengelola menyediakan fasilitas armada bus gratis menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, hingga Surabaya.

Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Yudistiawan memberikan kepastian mengenai perpanjangan penutupan operasional penerbangan darurat. "Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soetta melakukan penghentian operasional penerbangan. Diprediksi penutupan sementara sampai pukul 08.59 WIB," kata Yudistiawan kepada RRI.co.id , Senin dini hari, 7 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....