Abu Vulkanik Bisa Bikin Penerbangan Terganggu, Ini Sebabnya
- 06 Sep 2026 19:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Abu vulkanik terdiri dari partikel keras dan abrasif yang berasal dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil.
- Partikel abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat dan mengganggu beberapa sistem penting selama penerbangan.
- Meskipun terlihat seperti debu biasa, abu vulkanik memiliki karakteristik yang sangat berbahaya bagi operasional penerbangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat, tetapi juga dapat membahayakan penerbangan. Partikel tersebut bisa merusak mesin pesawat dan mengganggu beberapa sistem penting selama penerbangan.
Abu vulkanik berasal dari pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran sangat kecil. Meski terlihat seperti debu biasa, material ini memiliki sifat keras dan sangat abrasif.
Ketika pesawat melewati awan abu, partikel tersebut dapat masuk ke dalam mesin. Suhu tinggi di mesin turbin bahkan dapat membuat abu vulkanik meleleh dan menempel pada bagian mesin.
Melansir berbagai sumber, abu vulkanik memiliki titik leleh lebih rendah dibandingkan suhu operasi mesin turbin. Kondisi tersebut dapat mengganggu aliran udara dan menyebabkan penurunan kinerja mesin.
Dalam kondisi tertentu, paparan abu juga bisa menyebabkan mesin mengalami gangguan serius. Gangguan tersebut dapat berupa mesin kehilangan tenaga hingga berhenti bekerja.
Abu vulkanik juga dapat mengikis bagian pesawat karena sifatnya yang abrasif. Kaca depan pesawat, misalnya, bisa mengalami goresan sehingga mengurangi jarak pandang pilot.
Selain itu, partikel abu dapat mengganggu sistem pengukur kecepatan pesawat. Jika abu menyumbat tabung pitot, indikator kecepatan pesawat bisa menunjukkan angka yang tidak akurat.
Masalah lain dapat muncul pada sistem komunikasi dan berbagai komponen pesawat. Karena itu, pesawat perlu menghindari wilayah yang diketahui memiliki konsentrasi abu vulkanik.
Bahaya tersebut juga tidak selalu mudah terlihat oleh pilot. Awan abu vulkanik dapat sulit dibedakan dari awan biasa dan tidak selalu terdeteksi radar pesawat.
Abu vulkanik juga bisa terbawa angin hingga jauh dari lokasi gunung api. Kondisi ini membuat wilayah penerbangan yang terdampak bisa berada cukup jauh dari sumber erupsi.
Karena risikonya, informasi mengenai pergerakan abu menjadi bagian penting dalam keselamatan penerbangan. Data tersebut digunakan untuk membantu pilot dan pengelola penerbangan menghindari wilayah yang berbahaya.
Ketika terdapat ancaman abu vulkanik, penerbangan bisa mengalami perubahan rute atau penundaan. Dalam kondisi tertentu, bandara juga dapat menghentikan sementara operasional penerbangan.
Langkah tersebut dilakukan bukan karena abu pasti membuat pesawat jatuh. Namun, menghindari paparan abu merupakan cara penting untuk mengurangi risiko kerusakan pesawat.
Jadi, abu vulkanik bukan sekadar debu yang mengganggu jarak pandang. Partikel keras tersebut dapat memengaruhi mesin, kaca depan, sistem pengukuran, dan berbagai komponen pesawat.
Itulah sebabnya aktivitas erupsi gunung api perlu dipantau tidak hanya untuk keselamatan masyarakat. Informasi tentang abu vulkanik juga penting untuk menjaga keselamatan penerbangan. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....