BNPB: Tiga Kabupaten dan 15 Kecamatan Terdampak Gunung Anak Krakatau

  • 06 Sep 2026 14:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata ada 15 kecamatan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa imbas erupsi Gunung Anak Krakatau
  • DKI Jakarta terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau

RRI.CO.ID, Jakarta-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada tiga kabupaten yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Wilayah terdampak tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra.

“Terdampak ada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan. Tiga kabupaten yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung; Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung; dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten,” kata Kepala BNPB Suharyanto, dalam keterangan pers secara virtual, Minggu, 6 September 2026.

Adapun sebaran kecamatan terdampak yakni, tujuh kecamatan di Lampung Selatan meliputi Punduh Pedada, Rajabasa, Kalianda, Ketapang, Bekauheni, Sidomulyo dan Katibung. Empat kecamatan di Kabupaten Pandeglang yaitu Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang dan Jiput.

Adapun di Kabupaten Tanggamus, ada empat kecamatan terdampak meliputi Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka dan Kota Agung. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Tidak ada kerugian jiwa, dampak secara fisik kerusakan masih dilakukan pendataan. Di DKI, Banten dan Lampung terpapar abu vulkanik,” katanya.

Ia mengatakan BNPB telah mengambil upaya-upaya penanganan terkait meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau. Upaya tersebut seperti berkoordinasi dengan BPBD di wilayah terdampak untuk terus memantau kondisi masyarakat.

BNPB juga telah mengirim tim secara bertahap ke lokasi wilayah terdampak. Tahap pertama, ada 10 tim yang telah di kirim untuk memantau situasi di lapangan baik kondisi Anak Krakatau maupun masyarakat.

“Kami sudah melakukan pengecekan kesiapan alat perangkat, sirene, rambu evakuasi, rencana kontijensi. Kemudian logistik dasar permakanan dan non permakanan,” ujar Suharyanto.

BNPB juga mengecek ketersediaan makanan di gudang-gudang untuk memastikan tidak kosong. BNPB siap mengirim bantuan secepatnya.

“Belum ada satu pun pemerintah provinsi terdampak menetapkan status kedaruratan. Artinya minta pusat turun ke lapangan membantu tetapi kami sudah menurunkan tim,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....