Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 secara Daring

  • 06 Sep 2026 14:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Ketenagakerjaan membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
  • Pemerintah menyiapkan anggaran Rp6,26 triliun untuk PMN dan program pelatihan vokasi.
  • Program pelatihan dirancang untuk membuat tenaga kerja lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perubahan teknologi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5. Ini bertujuan utuk mempercepat peningkatan keterampilan tenaga kerja agar semakin adaptif terhadap kebutuhan industri.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform Skillhub Kemnaker mulai 27 Agustus hingga 16 September 2026. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan perubahan lanskap industri yang cepat menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan dan memperbarui keterampilannya.

Menurut dia, upskilling dan reskilling perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing sekaligus memenuhi kebutuhan pasar kerja. “Kami ingin memperluas akses masyarakat untuk memperoleh keahlian terapan yang relevan,” ujarnya, Minggu 6 September 2026.

Menaker mengatakan seluruh program dirancang berbasis kompetensi, sehingga peserta tidak hanya menguasai teori. PVN Batch 5 memprioritaskan pencari kerja, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), serta calon wirausahawan, khususnya lulusan SMA/SMK sederajat.

“Melalui skema ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan daya saing untuk memasuki pasar kerja,” ujarnya. “Mereka juga akan memiliki bekal keterampilan untuk memulai usaha secara mandiri.

Pendaftaran dan pengisian asesmen Siap Latih masih dibuka hingga 16 September 2026. Peserta yang lolos seleksi awal selanjutnya wajib mengikuti tahapan wawancara pada 17 hingga 23 September 2026.

Pengumuman peserta yang dinyatakan lolos mengikuti PVN Batch 5 dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Program ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan berbasis kompetensi sekaligus meningkatkan kesiapan untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....