Bapanas Pastikan Bansos Beras Tepat Sasaran
- 05 Sep 2026 22:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bapanas menyiapkan data pengganti bagi penerima yang meninggal, pindah domisili, atau mengalami kondisi lainnya
- KDKMP dapat menjadi alternatif titik pembagian bantuan jika terdapat kendala di kantor desa atau kelurahan
- Bapanas memastikan bantuan pangan beras disalurkan kepada penerima yang tepat berdasarkan DTSEN
- Data penerima dikoordinasikan Bapanas dan Kemensos sebelum diserahkan kepada Bulog untuk penyaluran
- Program bantuan pangan beras menyasar 33,24 juta penerima pada kelompok desil satu hingga empat
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan pangan beras menyasar penerima yang tepat. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan data penerima terus dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial.
Amran menjelaskan penerima bantuan pangan beras menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut merupakan pembaruan Badan Pusat Statistik per 10 Juli 2026 yang telah difilter Kementerian Sosial.
“Datanya kami terima dari Kemensos. Data kami tanda tangani lalu kirim ke Bulog,” kata Amran di Jakarta, Sabtu 5 September 2026.
Menurut Amran, Perum Bulog bertugas mengeksekusi penyaluran bantuan pangan beras kepada masyarakat. Bapanas tetap berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai data.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta Bapanas memastikan bantuan tidak salah sasaran. Ia menekankan koordinasi agar bantuan benar-benar diterima masyarakat.
“Bapak tolong dikoordinasikan. Supaya ini bantuan-bantuan jangan tidak tepat sasaran,” ujar Titiek.
Program bantuan pangan beras menyasar penerima dalam kelompok desil satu hingga empat. Kelompok tersebut merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
Bapanas juga menyiapkan data cadangan untuk menggantikan penerima yang tidak dapat menerima bantuan. Kondisi tersebut antara lain penerima meninggal dunia, pindah domisili, atau mengalami keadaan lainnya.
Data pengganti diprioritaskan dari kelompok desil satu hingga empat dengan kriteria tertentu. Di antaranya lansia, perempuan kepala keluarga miskin, dan penyandang disabilitas.
Program bantuan pangan beras tahap kedua ditargetkan berjalan lebih baik dalam teknis penyaluran dan administrasinya. Pemerintah memastikan penyaluran tidak melewati akhir tahun seperti pelaksanaan sebelumnya.
Bapanas juga membuka kemungkinan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi titik pembagian bantuan. Alternatif tersebut digunakan apabila terdapat kendala pada kantor desa atau kelurahan.
Bantuan pangan beras menyasar 33,24 juta penerima bantuan pangan. Program tersebut juga diarahkan membantu menekan fluktuasi harga beras nasional.
Amran mengatakan Bapanas turun langsung ke sejumlah daerah untuk memantau penyaluran sekaligus menjaga stabilitas harga. Sejumlah wilayah yang telah dikunjungi antara lain Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung.
Program bantuan pangan juga dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat. Pada triwulan pertama 2026, konsumsi rumah tangga berkontribusi 54,36 persen terhadap Produk Domestik Bruto dengan pertumbuhan 5,52 persen.
Selama Januari hingga Maret 2026, sebanyak 1,85 juta penerima telah memperoleh bantuan pangan. Bantuan tersebut terdiri atas 37,1 juta kilogram beras dan 7,4 juta liter minyak goreng.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....