Wapres Instruksikan Sabo Dam dan Jembatan Segera Rampung

  • 05 Sep 2026 17:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres Gibran meminta pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2 selesai tepat waktu
  • Sabo Dam ditujukan mengendalikan aliran material dan mengurangi risiko bencana
  • Jembatan Garoga 2 penting memulihkan konektivitas dan mobilitas masyarakat
  • Progres Sabo Dam Sungai Tukka mencapai 26 persen, masih di bawah rencana 29 persen
  • Progres Jembatan Garoga 2 mencapai 44,93 persen dengan target selesai 31 Desember 2026

RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta pembangunan Sabo Dam Hutanabolon dan Jembatan Garoga 2 diselesaikan tepat waktu. Kedua infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperkuat perlindungan warga dan memulihkan mobilitas pascabencana Sumatra Utara.

Wapres meninjau pembangunan kedua infrastruktur itu di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Jumat, 4 September 2026. Wapres meminta penyelesaian pembangunan tetap memperhatikan kualitas serta keselamatan konstruksi.

Menurutnya, Sabo Dam diperlukan untuk mengendalikan aliran material dan mengurangi risiko bencana di wilayah terdampak. Sementara itu, Jembatan Garoga 2 diperlukan untuk memulihkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat.

“Pemulihan tidak boleh hanya memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Namun, infrastruktur yang dibangun harus mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko bencana berikutnya,” kata Wapres Gibran.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, progres pembangunan Sabo Dam Sungai Tukka mencapai 26 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah rencana awal pembangunan yang ditargetkan mencapai 29 persen.

Sementara pembangunan Jembatan Garoga 2 menjadi bagian penanganan koridor Sibolga-Batangtoru-Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer. Progres fisik paket tersebut mencapai 44,93 persen dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026.

Wapres Gibran menilai Jembatan Garoga 2 menjadi akses penting bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. “Terbukanya kembali akses sangat penting bagi masyarakat. Tapi pekerjaan tidak boleh berhenti pada jembatan,” ujar Wapres Gibran.

Ia meminta penanganan sungai turut dituntaskan untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari risiko bencana. Pemerintah menargetkan pemulihan pascabencana sekaligus menghasilkan infrastruktur yang lebih tangguh menghadapi bencana berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....