Wapres Pastikan Huntap Warga Tapsel Dimulai September 2026
- 05 Sep 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wapres Gibran memastikan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana Tapanuli Selatan dimulai September 2026
- Wapres meminta maaf kepada warga yang masih menempati hunian sementara
- Pemerintah mempercepat pembangunan huntap agar warga memperoleh tempat tinggal layak dan aman
- Warga berharap pembangunan huntap segera terealisasi agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal
- Pemerintah pusat dan daerah diminta menindaklanjuti keluhan warga selama proses pemulihan
RRI.CO.ID, Tapanuli Selatan – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Tapanuli Selatan. Wapres memastikan pembangunan hunian tetap atau huntap bagi warga dimulai pada September 2026.
Kepastian itu disampaikan saat meninjau Huntara Desa Napa, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Jumat, 4 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gibran mendengarkan langsung keluhan warga yang masih menempati hunian sementara pascabencana.
Warga terdampak diketahui masih menunggu kepastian tempat tinggal setelah bencana yang terjadi pada akhir November 2025. Wapres Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang hingga kini masih tinggal di huntara.
Menurutnya, pembangunan huntap diperlukan agar warga memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan aman. “Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya dengan mempercepat pembangunan huntap,” ujar Wapres Gibran.
Wapres menegaskan kebutuhan hunian tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik rumah bagi masyarakat terdampak. “Rumah bukan hanya soal bangunan jadi kita harus memastikan warga tinggal dengan aman, fasilitas dasarnya berfungsi,” kata Wapres Gibran.
Ia meminta pemerintah pusat dan daerah menindaklanjuti setiap keluhan warga yang ditemukan selama kunjungan lapangan. “Setiap kendala dan keluhan yang dialami warga terdampak adalah hal penting yang harus ditindaklanjuti,” ucapnya.
Salah seorang penghuni Huntara Desa Napa, Eti, berharap pembangunan hunian tetap segera direalisasikan pemerintah. Ia mengatakan kehidupan keluarganya belum kembali normal karena aktivitas dan pekerjaan belum pulih seperti sebelum bencana.
“Lebih enak di kampung. Kalau waktu di kampung siap mandi, siap nyuci semua, pergi ke ladang, ke sawah,” ucap Eti.
Eti bersyukur pemerintah telah menyediakan hunian sementara untuk warga terdampak bencana. “Kami bersyukur juga, sebab pemerintah udah bangun rumah, jadi harapanku, huntap cepat dibangun,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....