Wamensos Minta Siswa Sekolah Rakyat Tak Mudah Menyerah
- 05 Sep 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekolah Rakyat memberikan pendidikan dan kebutuhan siswa secara gratis
- Siswa diminta menjaga lingkungan sekolah dari bullying, pelecehan seksual, dan intoleransi
- Guru, tenaga kependidikan, wali asuh, dan wali asrama diminta mendampingi siswa
- Wamensos Agus Jabo Priyono memotivasi siswa SRT 7 dan 8 Kabupaten Tangerang
- Siswa diminta tidak mudah menyerah dan serius memanfaatkan kesempatan pendidikan
RRI.CO.ID, Tangerang – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 dan 8 Tangerang tidak mudah menyerah. Ia mendorong siswa serius memanfaatkan kesempatan pendidikan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Menurutnya, para siswa merupakan anak-anak potensial yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. “Kalian adalah anak-anak bangsa yang berharga, yang nanti akan membangun bangsa dan negara Indonesia,” kata Agus saat mengunjungi SRT 7 dan 8 Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 4 September 2026.
Ia meminta siswa meninggalkan pengalaman sulit pada masa lalu dan fokus mengejar cita-cita. Agus menilai kesempatan memperoleh pendidikan dapat menjadi jalan bagi siswa untuk mewujudkan impian.
"Bahwa masa depan kalian, masa depan anak-anak Indonesia adalah masa depan yang terang benderang. Jadi jangan pantang menyerah," ucapnya.
Untuk mencapai cita-cita, siswa diminta disiplin, rajin belajar, dan mematuhi arahan para pendidik. Agus juga meminta siswa menjaga semangat serta menjalani pendidikan dengan suasana yang menyenangkan.
“Selalu semangat, selalu berbahagia. Di sekolah harus berbahagia,” ujarnya.
Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan membantu siswa menjalani pendidikan tanpa merasa terbebani. Agus menjelaskan, Sekolah Rakyat dihadirkan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program tersebut menyediakan berbagai kebutuhan siswa secara gratis, mulai dari makanan, asrama, hingga seragam. “Pak Presiden sudah memberikan alatnya, kalian yang harus menggunakan alat tersebut yang dinamakan Sekolah Rakyat,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan siswa menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, nyaman, dan saling menghargai. Agus menegaskan tidak boleh ada perundungan, pelecehan seksual, maupun intoleransi di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Jadi kalian ini saudara, saling jaga, saling menghargai. Selain itu juga menghormati,” katanya.
Agus meminta siswa berdiskusi dengan wali asuh atau wali asrama jika menghadapi persoalan selama mengikuti pendidikan. Ia juga meminta kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan menjadi pendamping sekaligus orang tua pengganti bagi siswa.
"Jadikanlah mereka sebagai anak-anak bagi para guru. Kemudian juga para tendik yang ada di Sekolah Rakyat,” katanya.
Menurutnya, pendampingan yang baik diperlukan untuk membantu siswa berkembang. Utamanya untuk menjadi generasi pintar dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....