BRIN Bantah Dentuman di Jawa Barat Berasal dari Antariksa

  • 05 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BRIN menepis dugaan dentuman berasal dari antariksa, termasuk kemungkinan meteor besar maupun fenomena space quake.
  • Sumber dentuman diduga bersifat lokal, sementara Badan Geologi menduga fenomena tersebut berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Kemunculan dentuman dan erupsi berlangsung bersamaan di tengah laporan getaran masyarakat di Jawa Barat, Banten, dan Lampung.

RRI.CO.ID, Jakarta - BRIN memastikan suara dentuman yang menghebohkan warga Jawa Barat bukan berasal dari fenomena antariksa. Peneliti Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, juga membantah dugaan fenomena space quake.

“Yang jelas bukan bersumber dari antariksa. Tidak ada fenomena space quake yang terasa atau terdengar di permukaan bumi,” kata Thomas dalam keterangan tertulis, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, belum ada indikasi benda langit seperti meteor besar melintas dan menimbulkan gelombang kejut. Ia juga menyebut belum ada laporan saksi yang melihat meteor berukuran besar.

“Tidak ada saksi yang melihat meteor besar. Terutama yang melintas dan bisa menyebabkan gelombang kejut,” ujarnya.

Thomas menduga suara dentuman dan getaran tersebut berasal dari sumber lokal di wilayah Bandung. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab maupun mekanisme munculnya fenomena tersebut.

Sementara itu, Badan Geologi menduga dentuman berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Dugaan tersebut muncul karena waktu erupsi dan laporan dentuman terjadi secara bersamaan.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, keterkaitan tersebut masih perlu dipastikan melalui pencocokan data. Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat laporan muncul diketahui masih berlangsung dan disertai suara gemuruh.

"Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Fenomena diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi G. Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," kata Lana

Sebelumnya, Kepala PVMBG Rita Susilawati juga menyebut energi akustik erupsi dapat merambat hingga ratusan kilometer. Fenomena tersebut pernah terjadi pada erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014.

Erupsi Gunung Kelud saat itu menghasilkan kolom erupsi sekitar 17 kilometer dan melepaskan energi akustik sangat besar. Suara dentuman bahkan dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Meski demikian, sumber dentuman di Jawa Barat masih membutuhkan pencocokan data dari berbagai instansi. BRIN dan Badan Geologi memberikan penjelasan berdasarkan pemantauan masing-masing terhadap kemungkinan sumber fenomena tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....