DWP BNPB Perkuat Peran Perempuan Hadapi Bencana

  • 05 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DWP BNPB menggelar Bimtek Srikandi Tangguh Bencana untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana
  • Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam melindungi kelompok rentan serta membangun budaya sadar bencana dari lingkungan keluarga
  • BNPB menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat karena penanganan bencana tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian

RRI.CO.ID, Jakarta – DWP BNPB memperkuat kapasitas perempuan menghadapi berbagai risiko bencana melalui Bimtek Srikandi Tangguh Bencana. Kegiatan tersebut membekali perempuan dengan kemampuan mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons menghadapi kondisi darurat.

Ketua DWP BNPB Uke Suharyanto mengatakan, ketangguhan bencana perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam melindungi kelompok rentan saat terjadi bencana.

“Ketangguhan menghadapi bencana membutuhkan peran semua pihak dan dapat dimulai dari keluarga. Perempuan memiliki posisi strategis melindungi kelompok rentan,” ujar Uke dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan perempuan yang tangguh dan tanggap terhadap berbagai kondisi kebencanaan. Peserta juga diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan semangat kesiapsiagaan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Umum DWP Ida Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. “Kesiapsiagaan bencana bukan hanya tentang apa yang dilakukan saat bencana datang, melainkan bagaimana mempersiapkan diri sejak hari ini,” ucap Ida.

Ida menilai penguatan kapasitas perempuan dapat menjadi kunci membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Perempuan dinilai berperan penting menanamkan pengetahuan dan kebiasaan kesiapsiagaan melalui keluarga.

Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan, Indonesia berada di wilayah dengan risiko bencana yang tinggi. Karena itu, penanganan bencana membutuhkan kolaborasi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.

“Penanganan bencana tidak dapat dilakukan BNPB sendiri. Melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat,” kata Rustian.

Rustian mengapresiasi kegiatan DWP BNPB yang sejalan dengan upaya nasional mengurangi risiko bencana. Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi Sapta Program Prioritas DWP, khususnya program #DWPPeduli untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Dalam bimtek, peserta mendapat pemahaman mengenai kerentanan perempuan dalam berbagai situasi bencana. Kerentanan tersebut dipengaruhi faktor fisik, konstruksi sosial, serta peran pengasuhan dan perlindungan keluarga.

Peserta juga dibekali langkah menghadapi gempa bumi, seperti tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Mereka diarahkan melindungi kepala dan tubuh serta tidak terburu-buru berlari saat gempa berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....