Pencegahan Karhutla Jadi Kunci Lindungi Satwa Liar Kalbar

  • 05 Sep 2026 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian satwa liar di Kalimantan Barat.
  • Pemantauan dan penanganan titik panas di sekitar kawasan habitat satwa menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan kebakaran.
  • Penanganan awal terhadap titik panas dapat mencegah kebakaran meluas dan meminimalkan dampak negatif terhadap habitat serta jalur pergerakan satwa liar.

RRI.CO.ID, Kalimantan Barat - Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi langkah penting untuk melindungi satwa liar di Kalimantan Barat. Penanganan lebih awal diperlukan agar api dan asap tidak mengganggu habitat serta jalur pergerakan satwa.

Upaya pencegahan dilakukan dengan memantau dan menangani titik panas yang berada di sekitar kawasan habitat satwa. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas sebelum menimbulkan dampak terhadap satwa liar.

Manggala Agni bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dalam upaya tersebut. Perlindungan difokuskan pada kawasan rawan kebakaran yang menjadi habitat dan jalur pergerakan satwa.

Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat, Sahat Irawan Manik, mengatakan pencegahan menjadi prioritas agar satwa tidak menjadi korban karhutla. Penanganan dilakukan sedini mungkin ketika titik panas terdeteksi di sekitar habitat satwa.

“Kami sebisa mungkin mengupayakan agar tidak ada dampak kepada satwa. Jadi, kami bukan berupaya menangani ketika sudah menjadi korban, tetapi melakukan pencegahan,” ujar Sahat, Jumat, 4 September 2026.

Ia menjelaskan titik panas di sekitar kawasan pergerakan orangutan dan satwa lainnya diupayakan segera ditangani. Langkah tersebut dilakukan agar api tidak meluas dan mengganggu habitat satwa.

Selain itu, BKSDA Kalimantan Barat menyiagakan tim penyelamatan untuk melakukan penanganan satwa atau animal handling. Tim juga memantau kawasan yang berpotensi mengalami gangguan terhadap satwa akibat kebakaran.

Sahat menyebut sejumlah satwa liar yang hidup di Kalimantan Barat, di antaranya orangutan dan trenggiling. Sejumlah kawasan konservasi, seperti Kendawangan, juga memiliki populasi rusa.

“Meski api dapat dicegah agar tidak memasuki habitat satwa, asap akibat kebakaran tetap berpotensi mengganggu kehidupan satwa liar. Kondisi tersebut bahkan dapat membuat satwa berpindah untuk mencari kawasan dengan udara yang lebih bersih,” ucapnya.

Karena itu, penanganan karhutla, terutama di kawasan lahan gambut, terus diupayakan agar api dan asap segera dikendalikan. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan satwa liar.

Sebelumnya, orangutan jantan dewasa bernama Sempurna ditemukan lemah hingga akhirnya mati di Kabupaten Ketapang. BKSDA Kalimantan Barat menemukan gangguan pada paru-paru, jantung, dan ginjal yang diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla.

Hasil nekropsi menunjukkan perubahan patologis, terutama pada organ paru-paru. Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan, gangguan tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap.

Paparan asap berpotensi mengganggu fungsi paru-paru hingga menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematian orangutan tersebut.

“Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,” kata Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....