Ditjen Hubdat Perkuat Layanan dan Keselamatan Transportasi Darat Tahun 2027

  • 03 Sep 2026 15:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggaran keselamatan dan keamanan transportasi darat sebesar Rp876,96 miliar mencakup perlengkapan jalan, penanganan ODOL, dan ramp check
  • Pagu anggaran Ditjen Perhubungan Darat 2027 mencapai Rp5,15 triliun, dengan tambahan Rp843,07 miliar
  • Tambahan anggaran Rp588,4 miliar diarahkan untuk memperkuat berbagai layanan transportasi, termasuk angkutan perkotaan dengan skema BTS

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan pagu anggaran Ditjen Perhubungan Darat tahun 2027 sebesar Rp5,15 triliun. Pagu tersebut mendapat tambahan anggaran sebesar Rp843,07 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan transportasi darat.

Tambahan anggaran sebesar Rp588,4 miliar berasal dari Surat Bersama Pagu Anggaran Kementerian Keuangan dan Bappenas. Anggaran tersebut digunakan untuk penguatan layanan angkutan penyeberangan perintis, angkutan jalan, angkutan barang, kawasan strategis nasional, dan angkutan perkotaan dengan skema ‘Buy the Service’ (BTS).

“ Penambahan sesuai dengan Surat Bersama Pagu Anggaran (SBPA) Kementerian Keuangan dan Bappenas sebesar 588,4 miliar. Ini untuk penguatan layanan keperintisan angkutan penyeberangan, angkutan jalan, angkutan barang, angkutan kawasan strategis nasional, dan angkutan perkotaan ‘Buy the Service’,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Sementara itu, terdapat tambahan anggaran melalui pergeseran antar-eselon I sebesar Rp254,66 miliar untuk sejumlah kebutuhan transportasi darat. Anggaran tersebut mencakup perlengkapan jalan, pengadaan bus sekolah, gaji PPK paruh waktu, tenaga outsourcing, serta layanan perkantoran.

Berdasarkan redesign sistem perencanaan dan penganggaran, pagu anggaran 2027 terbagi menjadi dua program utama. Program Infrastruktur Konektivitas memperoleh anggaran Rp3,86 triliun, sedangkan Program Dukungan Manajemen mendapatkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun.

Kegiatan infrastruktur konektivitas transportasi darat mendapatkan anggaran sebesar Rp970,3 miliar untuk berbagai layanan dan pembangunan fasilitas transportasi. Anggaran tersebut mencakup pengadaan 100 unit bus sekolah serta penyelesaian pembangunan Terminal Tipe A Palopo.

“Dengan kegiatan antara lain satu, layanan angkutan jalan perintis, angkutan kawasan strategis nasional, angkutan barang perintis, angkutan perkotaan ‘Buy the Service’. Dan angkutan penyeberangan perintis yang telah terpenuhi untuk pelayanan selama satu tahun,” kata Aan.

Pembangunan juga mencakup pelabuhan penyeberangan di Bikit dan Belinyu, Bangka Belitung, serta Pulau Burung di Riau. Sementara itu, kegiatan pelayanan transportasi darat memperoleh anggaran sebesar Rp1,76 triliun untuk berbagai kebutuhan pelayanan.

Anggaran pelayanan tersebut mencakup pembangunan angkutan umum massal di Medan dan Bandung menggunakan pinjaman luar negeri sebesar Rp1,55 triliun. Selain itu, terdapat rehabilitasi Terminal Tipe A terdampak bencana dan layanan angkutan Lebaran, Natal, serta Tahun Baru.

Untuk keselamatan dan keamanan transportasi darat, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp876,96 miliar untuk sejumlah kegiatan keselamatan transportasi. Kegiatan tersebut meliputi perlengkapan jalan, penanganan lokasi rawan kecelakaan, Zona Selamat Sekolah, penanganan ODOL, serta ramp check kendaraan.

“Kedua, pembayaran AP KPBU Proving Ground di Bekasi. Ketiga, penanganan over dimensi over load atau ODOL, serta keempat, ramp check kendaraan angkutan barang maupun angkutan penumpang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....