Menbud Fadli: Rekonstruksi Desa Adat Sade Butuh Dana Rp30 Miliar

  • 03 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rekonstruksi Desa Adat Sade menjadi perhatian Kemenbud dan melibatkan koordinasi lintas kementerian serta lembaga terkait.
  • Anggaran rekonstruksi diperkirakan Rp25–30 miliar, mencakup 75 rumah adat, 65 kios, satu masjid, dan kawasan sekitar.
  • Kemenbud akan mengkaji desain dan penataan ulang rumah adat, termasuk instalasi listrik serta mitigasi kebakaran tanpa menghilangkan identitas budaya Sade.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pemulihan kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, NTB menjadi atensi pihaknya. Ia mengatakan pembicaraan rekonstruksi Desa Sade melibatkan lintas kementerian.

"Terkait dengan Kampung Sade kita sudah berkoordinasi dengan Pak Gubernur, saya juga sudah bicara dengan Mensesneg. Tinggal bagaimana karena ada beberapa kementerian atau lembaga juga yang terlibat," kata dalam Rapat Kerja di Komisi X DPR via YouTube TVR Parlemen, Rabu malam, 2 Sepember 2026.

Ia mengatakan perlu ada pihak yang bertanggung jawab untuk rekonstruksi Desa Sade supaya tak tumpang tindih. Ia lantas menyebut perkiraan rekonstruksi kampung adat itu memerlukan anggaran Rp 25 sampai Rp 30 miliar.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi akan mengkordinasikan pengelolaan biaya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah tumpang tindih pengelolaan.

"Karena setahu saya kurang lebih untuk rekonstruksi itu mungkin di antara Rp 25 sampai Rp 30 miliar kalau tidak salah. Dengan jumlah 75 rumah adat, 65 kios, ada 1 masjid, dan juga kawasan area," ucapnya.

Pihaknya pun akan mengevaluasi penempatan rumah-rumah adat di sana supaya kejadian yang sama tak terulang. Ia mengatakan beberapa posisi rumah adat saling berdekatan.

"Nah, ini yang sedang kita kaji termasuk juga bagaimana desain rekonstruksinya karena itu beberapa rumah adat itu sangat berdekatan. Aliran listriknya juga perlu dicek, termasuk juga untuk mitigasi bencana terutama tidak ada untuk pemadam kebakaran dan sebagainya," ujarnya.

Ia ingin ke depannya ada penataan terhadap rumah-rumah di Desa Sade tanpa menghilangkan identitas yang dimiliki. Ia menyebut koordinasi terkait rekonstruksi ini akan melibatkan sejumlah pihak.

"Jadi saya kira ini juga sebelum direkonstruksi perlu ada satu penelaahan supaya ini tidak terulang kembali. Termasuk juga penataan mungkin rumah-rumah adatnya yang begitu mepet, kita berkoordinasi terus dengan sejumlah lembaga," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....