Kapolri Mutasi 424 Perwira, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
- 01 Sep 2026 09:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapolri merotasi dan memutasi 424 Pati serta Pamen melalui tiga Surat Telegram tertanggal 30 Agustus 2026.
- Sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru dalam rotasi tersebut.
- Pergantian mencakup Astamaops, Kapolda Sulawesi Utara, Kapolda Papua Barat Daya, As SDM, hingga Koorsahli Kapolri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo merotasi dan memutasi 424 Perwira Tinggi (Pat) serta Perwira Menengah (Pamen) Polri. Kebijakan tersebut mencakup pergantian sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri maupun kewilayahan.
Mutasi tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026. Ketiganya yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.
Dari keseluruhan personel yang dimutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru. Personel lainnya mencakup mereka yang menyelesaikan pendidikan, berangkat pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi menjadi bagian pembinaan organisasi dan karier personel. Penempatan pejabat turut mempertimbangkan kebutuhan, kompetensi, pengalaman, serta tantangan tugas yang berkembang.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas,” katanya dalam keterangan tertulis kepada RRI.co.id , Senin, 31 Agustus 2026.
Perubahan strategis terjadi pada jabatan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi atau Astamaops. Irjen Pol. Roycke Harry Langie dipercaya mengisi jabatan tersebut setelah sebelumnya memimpin Polda Sulawesi Utara.
Roycke menggantikan Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran yang memasuki masa pensiun. Jabatan Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yudo Hermanto.
Yudo sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri sebelum mendapatkan penugasan barunya. Pergantian juga terjadi pada pucuk kepemimpinan Polda Papua Barat Daya.
Brigjen Pol. Hengki Haryadi diangkat menjadi Kapolda Papua Barat Daya setelah sebelumnya menjabat Wakapolda Riau. Ia menggantikan Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang mendapat penugasan di Sespim Lemdiklat Polri.
Yulius selanjutnya menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Sementara jabatan Wakapolda Riau dipercayakan kepada Brigjen Pol. Simson Zet Ringu.
Simson sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo sebelum bergeser ke Riau. Posisi yang ditinggalkannya kemudian diisi Kombes Pol. Dedy Suhartono dari Korlantas Polri.
Perubahan turut terjadi pada posisi Wakapolda Maluku Utara. Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun.
Stephen selanjutnya menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Rotasi jabatan strategis juga menyentuh struktur utama di Mabes Polri.
Irjen Pol. Jawari dipercaya menjadi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia atau As SDM. Ia menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri menjelang pensiun.
Sementara Irjen Pol. Ruslan Ependi mendapatkan amanah sebagai Koordinator Staf Ahli atau Koorsahli Kapolri. Ia menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang memasuki masa pensiun.
Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin juga mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas Polri. Ia menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang diangkat sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.
Rotasi tersebut turut mencakup penugasan di bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi. Sejumlah Pati dan Pamen mengikuti pendidikan maupun mendapat tugas sebagai Widyaiswara dan dosen.
Johnny berharap seluruh pejabat yang menerima amanah baru dapat segera menyesuaikan diri. Mereka juga diminta meneruskan program yang telah berjalan dan meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat dapat segera beradaptasi serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan,” ujarnya.
Menurut Johnny, mutasi menjadi bagian dari penyegaran untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian. Kebijakan tersebut juga diarahkan memperkuat organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas. Kami juga ingin memperkuat kepemimpinan dan memberikan pelayanan semakin baik kepada masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....