MBG 3B Sudah Jangkau 10,8 Juta Orang, Pemerintah Kejar Target 21 Juta Penerima
- 01 Sep 2026 09:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program MBG untuk ibu hamil, menyusui, dan balita (MBG 3B) telah menjangkau 10,8 juta penerima manfaat hingga 18 Agustus 2026.
- Pemerintah, kini terus memperluas pelaksanaan program tersebut untuk mengejar target nasional sebanyak 21 juta penerima.
- Melansir data BGN RI yang disampaikan Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan, penerima MBG 3B terdiri atas 964 ribu ibu hamil. Kemudian, 2,4 juta ibu menyusui, dan 7,4 juta balita non-PAUD.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program MBG untuk ibu hamil, menyusui, dan balita (MBG 3B) telah menjangkau 10,8 juta penerima manfaat hingga 18 Agustus 2026. Pemerintah, kini terus memperluas pelaksanaan program tersebut untuk mengejar target nasional sebanyak 21 juta penerima.
Melansir data BGN RI yang disampaikan Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan, penerima MBG 3B terdiri atas 964 ribu ibu hamil. Kemudian, 2,4 juta ibu menyusui, dan 7,4 juta balita non-PAUD.
Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati mengatakan, data tersebut merupakan jumlah penerima hingga 18 Agustus 2026. "Untuk yang sudah menerima sampai tanggal 18 Agustus 2026 dari data BGN itu 10,8 juta," kata Wahyuniati dalam keterangan persnya, di Jakarta, dikutip Selasa, 1 September 2026.
Dalam mendukung pelaksanaan MBG 3B, ia menjelaskan, pemerintah saat ini mengandalkan 24.606 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut, menjadi bagian penting dalam proses penyediaan dan distribusi makanan bergizi kepada kelompok penerima manfaat.
Selain SPPG, pemerintah juga melibatkan 139 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pelaksanaan MBG 3B. TPK, memiliki peran, memberikan edukasi mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat.
Wahyuniati mengatakan, penguatan kapasitas TPK terus dilakukan melalui kerja sama antara Kemendukbangga/BKKBN dan BGN. "Penguatan yang dilakukan itu pelatihan atau edukasi karena TPK memiliki dua tugas dalam MBG 3B," ucapnya.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG 3B tidak hanya diarahkan pada penyaluran makanan kepada penerima manfaat. Para pendamping, juga diharapkan mampu memberikan pengetahuan mengenai konsumsi pangan bergizi kepada ibu hamil, menyusui, serta balita.
Untuk meningkatkan kemampuan petugas di lapangan, pemerintah telah menggelar pelatihan khusus bagi TPK. Pelatihan fasilitator MBG 3B, juga diberikan kepada tenaga di tingkat provinsi agar materi dan pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada petugas di lapangan.
"Penguatan itu ditujukan untuk tenaga-tenaga yang ada di level provinsi. Sehingga nanti provinsi itu bisa turun ke lapangan melatih yang ada di lapangan," ujar Wahyuniati.
Skema tersebut memungkinkan tenaga di tingkat provinsi menjadi penghubung dalam peningkatan kapasitas petugas di daerah. Pemerintah berharap distribusi makanan bergizi dapat berjalan beriringan dengan pemberian edukasi kepada keluarga penerima manfaat.
Lalu, Kemendukbangga/BKKBN telah menyiapkan dan menyosialisasikan panduan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) MBG 3B kepada petugas di lini lapangan. Panduan tersebut, menjadi salah satu acuan bagi TPK dan petugas lainnya ketika memberikan edukasi kepada kelompok sasaran.
"Jadi, panduan KIE MBG 3B sudah disusun dan sudah disosialisasikan, kemudian, pelatihan teknis pendampingan makan bergizi. Dan, edukasi pola konsumsi pangan sehat bagi kader-kader penyuluh keluarga berencana (PKB) tahun 2026," ucap Wahyuniati.
Capaian 10,8 juta penerima tersebut berarti pemerintah masih perlu memperluas jangkauan MBG 3B untuk mencapai target nasional 21 juta penerima manfaat. Sasaran program mencakup tiga kelompok utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....