Tanggal 1 September Memperingati Hari Apa? Ini Dua Momen Pentingnya
- 01 Sep 2026 08:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tanggal 1 September diperingati sebagai Hari Polwan Indonesia dan Hari Penulisan Surat Sedunia.
- Sejarah Polwan berawal dari diterimanya enam siswa perempuan pertama pada 1 September 1948.
- Hari Penulisan Surat Sedunia diprakarsai Richard Simpkin untuk menghidupkan kembali tradisi menulis surat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Tanggal 1 September diperingati melalui sejumlah momentum penting di Indonesia maupun dunia. Dua di antaranya adalah Hari Polisi Wanita Indonesia dan Hari Penulisan Surat Sedunia.
Kedua peringatan tersebut memiliki sejarah dan makna berbeda yang masih relevan hingga sekarang. Hari Polwan berkaitan dengan kepolisian, sementara lainnya mengingatkan tradisi komunikasi melalui surat.
Mengutip pada situs resmi Museum Polri dan National Today berikut masing-masing sejarahnya
Hari Polisi Wanita Indonesia
Hari Polisi Wanita atau Polwan diperingati setiap 1 September di Indonesia. Tanggal tersebut merujuk pada awal pembentukan Polwan pada 1 September 1948.
Sejarahnya bermula ketika aparat kepolisian mengalami kesulitan memeriksa korban, tersangka, maupun saksi perempuan. Kendala terutama terjadi ketika proses pemeriksaan membutuhkan pemeriksaan fisik.
Saat itu, kepolisian kerap meminta bantuan istri anggota polisi maupun pegawai sipil perempuan. Namun, cara tersebut memiliki keterbatasan dari sisi pelatihan dan kewenangan.
Kondisi tersebut kemudian mendorong organisasi perempuan dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi menyampaikan usulan. Mereka meminta perempuan dilibatkan secara resmi dalam pendidikan kepolisian.
Usulan itu kemudian terwujud dengan diterimanya enam siswa perempuan pertama pada 1 September 1948. Keenam perempuan tersebut selanjutnya dikenal sebagai pelopor Polisi Wanita Indonesia.
Mereka adalah Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher. Kehadiran mereka menjadi tonggak awal perkembangan Polwan di Indonesia.
Seiring perjalanan waktu, tugas Polwan semakin berkembang dalam berbagai bidang kepolisian. Perannya tidak lagi terbatas pada penanganan perkara yang melibatkan perempuan.
Polwan kini menjalankan berbagai fungsi pelayanan dan penegakan hukum bersama anggota kepolisian lainnya. Mereka juga memiliki peran penting dalam penanganan perkara perempuan dan anak.
Hari Penulisan Surat Sedunia
Selain Hari Polwan, tanggal 1 September juga diperingati sebagai Hari Penulisan Surat Sedunia. Peringatan tersebut mengajak masyarakat kembali mengenal kebiasaan menulis surat secara personal.
Sebelum teknologi komunikasi berkembang, surat menjadi sarana utama untuk berkomunikasi jarak jauh. Surat juga digunakan menyampaikan informasi, perasaan, hingga pemikiran kepada orang lain.
Hari Penulisan Surat Sedunia diprakarsai Richard Simpkin setelah merasakan kebahagiaan menerima surat tulisan tangan. Pengalaman tersebut kemudian mendorongnya menghidupkan kembali kebiasaan menulis surat.
Simpkin pernah mengirimkan surat bertajuk Australian Legends kepada sejumlah tokoh yang dianggap sebagai legenda Australia. Surat tersebut digunakan untuk mengatur wawancara pribadi sekaligus sesi fotografi.
Tradisi menulis surat kini mungkin semakin jarang dilakukan setelah munculnya pesan instan dan media sosial. Namun, surat tetap menawarkan cara berbeda untuk menyampaikan pikiran dan perasaan secara personal.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat perjalanan panjang komunikasi manusia sebelum berkembangnya teknologi digital. Menulis surat masih dapat menjadi bentuk komunikasi bermakna di tengah kehidupan serba cepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....