Menteri UMKM Targetkan Kontribusi UMKM 60,47 Persen terhadap PDB 2027

  • 01 Sep 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri UMKM Maman Abdurrahman menargetkan kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,47 persen pada tahun 2027.
  • Target tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian UMKM 2027.
  • Pemerintah juga menargetkan proporsi usaha kecil dan menengah sebesar 3,2 persen serta rasio kewirausahaan 3,3 persen pada tahun 2027.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri UMKM Maman Abdurrahman menargetkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 60,47 persen pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari sasaran kinerja Kementerian UMKM untuk meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian nasional.

Maman menyampaikan target itu saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian UMKM 2027 dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI. Selain kontribusi UMKM terhadap PDB, pemerintah menargetkan proporsi usaha kecil dan menengah sebesar 3,2 persen serta rasio kewirausahaan 3,3 persen.

“Target kinerja Kementerian UMKM tahun 2027, yang pertama adalah proporsi jumlah usaha kecil dan menengah sebesar kurang lebih 3,2 persen. Dan rasio kewirausahaannya sebesar 3,3 persen dengan kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 60,47 persen,” ujar Maman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Kementerian UMKM juga mendapat penugasan menjalankan Prokesra Produktif pada 2026 hingga 2029. Program tersebut menargetkan 10 juta masyarakat agar dapat berusaha dan bekerja.

“Dan seperti yang sudah pernah kita bahas di rapat sebelumnya, saya tambahkan lagi, kami ada penugasan program yaitu Prokesra Produktif. Yang akan kita realisasikan di tahun 2026 sampai 2029, yaitu dengan target 10 juta masyarakat kita untuk bisa berusaha dan bekerja,” kata Maman.

Maman kemudian menyebut sejumlah tantangan dalam program dan layanan pemberdayaan UMKM. Salah satunya adalah program dan layanan pemberdayaan yang tersebar di berbagai kementerian, pemerintah provinsi, serta kabupaten dan kota.

“Artinya yang menjadi salah satu tantangan kita adalah bagaimana kita bisa mensinergikan, mengonsolidasikan, dan mengintegrasikan. Program-program yang tersebar di seluruh kementerian dan provinsi serta kabupaten/kota itu bisa terintegrasi secara baik,” ucap Maman.

Kementerian UMKM kemudian mengonsolidasikan hampir 20 kementerian dan lembaga melalui Prokesra. Konsolidasi tersebut dilakukan sekitar dua minggu sebelum Maman menyampaikan pemaparan mengenai rencana kerja dan anggaran 2027.

“Nah, kami laporkan pada kesempatan hari ini melalui program Prokesra. Kami sudah mengonsolidasikan jurang lebih hampir sekitar 20 kementerian/lembaga terkait sinergisitas dan integrasi program ini,” ujar Maman.

Maman juga menyebut pelatihan dan pendampingan UMKM belum terpadu. Melalui Prokesra, layanan tersebut telah diintegrasikan.

“Lalu yang kedua terkait pelatihan dan pendampingan yang memang belum terpadu dan melalui program Prokesra sudah kita integrasikan. Dan yang ketiga adalah legalitas dan sertifikasi yang kita harus akui masih belum mudah diakses,” kata Maman.

Maman menambahkan pemasaran dan akses digital masih menjadi tantangan UMKM. Ia juga menyebut akses pembiayaan sebagai tantangan lainnya.

“Yang keempat adalah pemasaran dan akses digital masih menjadi tantangan. Dan yang terakhir adalah akses pembiayaan,” kata Maman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....