Melalui Program IBM, Kementerian PU Bangun 375 Infrastruktur Sanitasi di Sumut

  • 30 Agt 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pekerjaan Umum membangun 375 infrastruktur sanitasi melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi 2026 di Sumatra Utara.
  • Program IBM Sanitasi dirancang melibatkan tenaga kerja lokal melalui pelaksanaan padat karya untuk menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.
  • Menteri PU Dody Hanggodo menekankan bahwa program ini memberikan manfaat langsung berupa penyediaan sarana sanitasi dasar sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun 375 infrastruktur sanitasi melalui Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Sanitasi 2026. Pembangunan tersebut tersebar di kabupaten dan kota di Sumatra Utara dengan melibatkan masyarakat setempat melalui pelaksanaan secara padat karya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan IBM ini menjadi perhatian karena manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat melalui penyediaan sarana dasar sekaligus membuka dampak ekonomi dari keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Kami memberikan perhatian khusus pada Infrastruktur Berbasis Masyarakat. IBM ini sangat penting karena dampaknya paling dekat dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, baik dari sisi fisik maupun ekonomi,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.

Program IBM Sanitasi 2026 di Sumatra Utara ini mencakup Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dan Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK). Pembangunan tersebar di enam kabupaten dan kota dengan jumlah fasilitas berbeda.

Seperti, Kabupaten Deli Serdang mendapat pembangunan 207 unit Sanimas dan satu unit Sanitasi LPK. Sementara Kabupaten Serdang Bedagai mendapat 161 unit Sanimas dan dua unit Sanitasi LPK.

Pembangunan Sanitasi LPK lainnya masing-masing satu unit berada di Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Padang Lawas. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan sanitasi masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan.

Untuk pembangunan fasilitas Sanimas mencakup bilik kamar mandi, grease trap, tangki septik, serta sumur resapan. Sementara fasilitas Sanitasi LPK meliputi bilik kamar mandi dan toilet, tempat cuci tangan, tempat wudhu, tempat cuci pakaian, serta pengolahan air limbah.

Selain menyediakan fasilitas sanitasi, program tersebut turut membuka kesempatan kerja melalui pendekatan padat karya. Hingga saat ini, sebanyak 90 tenaga kerja lokal telah terlibat dalam pembangunan tersebut.

Pelibatan tersebut mencatat total 736 Hari Orang Kerja (HOK) selama pelaksanaan pembangunan. Untuk pembangunan Sanimas melibatkan 60 pekerja dengan total 433 HOK, sedangkan Sanitasi LPK melibatkan 30 pekerja dengan 303 HOK.

Saat ini, pembangunan IBM Sanitasi 2026 di Sumatra Utara masih dalam tahap pengerjaan. Kementerian PU menargetkan seluruh pembangunan tersebut selesai paling lambat 30 November 2026.

Kementerian PU terus mendorong percepatan pembangunan agar fasilitas sanitasi segera dimanfaatkan masyarakat. Program tersebut diharapkan meningkatkan layanan sanitasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui keterlibatan masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....