Kemenhub Prioritaskan Perbaikan Bandara Soa Bajawa Pascagempa
- 30 Agt 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bandara Soa Bajawa menjadi salah satu prioritas pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur
- Perbaikan diprioritaskan pada struktur bangunan, terminal penumpang, dan fasilitas pendukung operasional penerbangan
- Kementerian Perhubungan menyesuaikan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing fasilitas
- Pemulihan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan
- Bantuan juga diserahkan kepada jajaran bandara terdampak sebagai dukungan bagi pegawai yang tetap menjalankan pelayanan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyebut sejumlah fasilitas di Bandara Soa Bajawa menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan pascagempa. Prioritas tersebut meliputi struktur bangunan, area terminal penumpang, serta fasilitas pendukung operasional penerbangan.
Prioritas itu ditetapkan setelah Kementerian Perhubungan meninjau sejumlah bandara terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Peninjauan dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama jajaran terkait, Sabtu 29 Agustus 2026.
Selain Bandara Soa Bajawa, peninjauan juga dilakukan di Bandara Komodo, Fransiskus Xaverius Seda Maumere, H. Hasan Aroeboesman Ende, dan Frans Sales Lega Ruteng. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas dan aset bandara sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan pascagempa.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan hasil peninjauan menjadi dasar menentukan tindak lanjut pemulihan fasilitas terdampak. Penanganan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan masing-masing fasilitas.
“Kita ingin memastikan setiap kebutuhan di lapangan teridentifikasi dengan baik. Selanjutnya akan kita tindak lanjuti sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan, agar fasilitas bandar udara dapat segera dipulihkan,” kata Lukman.
Di Bandara Soa Bajawa, pemulihan sejumlah struktur bangunan dan fasilitas pendukung menjadi perhatian utama. Area terminal penumpang serta fasilitas penunjang operasional penerbangan termasuk bagian yang diprioritaskan untuk dipulihkan.
Kementerian Perhubungan memastikan proses pemulihan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait juga terus dilakukan dalam penanganan dampak gempa.
Selain mengecek kondisi infrastruktur, rombongan Ditjen Perhubungan Udara juga menyerahkan bantuan kepada jajaran di wilayah terdampak. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan kepada para pegawai yang tetap menjalankan tugas pelayanan di tengah kondisi pascabencana.
Pemulihan fasilitas bandara diharapkan dapat mendukung kembali aktivitas masyarakat dan konektivitas wilayah Nusa Tenggara Timur. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan fasilitas yang terdampak agar pemulihan berjalan tepat dan terukur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....