Tiga Produk Indikasi Geografis Jadi Modal GI Tourism Dieng

  • 30 Agt 2026 09:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiga produk Indikasi Geografis menjadi modal pengembangan GI Tourism di Dieng
  • Produk tersebut yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng
  • Wisatawan akan diajak mengenal proses produk dari hulu hingga hilir
  • GI Tourism menggabungkan produk, cerita, kearifan lokal, dan wisata gastronomi
  • Perjalanan GI Tourism Dieng direncanakan berlangsung sekitar tiga hari dua malam

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Tiga produk Indikasi Geografis menjadi modal pengembangan Geographical Indication Tourism atau GI Tourism di Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Ketiganya yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng dan Purwaceng.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara, Kristiano Hadi Pranoto mengatakan ketiga produk tersebut akan dikembangkan menjadi satu rangkaian perjalanan wisata. Wisatawan tidak hanya membeli produk, tetapi diajak mengenal proses dan cerita di baliknya.

“Jadi rencananya GI Tourism itu adalah kita mengundang wisatawan yang berkunjung menikmati jalur-jalur yang ada indikasi geografisnya,” ujar Kristiano dalam IP Talks & Coffee di Festival Kopi Dieng 2026 yang disiarkan secara langsung YouTube DJKI Kemenkum, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Kristiano, Kopi Arabika Pegunungan Dieng akan menjadi salah satu produk yang dikenalkan dari proses di hulu hingga hilir. Wisatawan akan diajak mulai dari menanam kopi, mengenal pengolahan, processing, roasting hingga menikmati kopi.

Untuk Carica, wisatawan akan dikenalkan dengan alasan tanaman tersebut dapat tumbuh di Dieng. Wisatawan juga akan melihat cara pengolahannya hingga menjadi produk yang dapat dinikmati.

Sementara Purwaceng akan diperkenalkan sebagai salah satu tanaman khas Dieng. Kristiano menyebut masyarakat Banjarnegara mengenalnya sebagai ginsengnya Dieng.

“Kalau Purwaceng itu istilahnya tanaman luar biasa, kalau teman-teman di Banjar menyebutnya sebagai ginsengnya Dieng,” katanya.

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan dan Pengawasan Indikasi Geografis pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, Irma Mariana mengatakan produk Indikasi Geografis memiliki keterkaitan dengan karakter wilayah asalnya. Hal tersebut menjadi salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan melalui GI Tourism.

Menurut Irma, GI Tourism tidak hanya membawa wisatawan untuk membeli produk. Wisatawan juga diajak mengenal asal-usul, proses produksi dan cerita yang membentuk karakter produk tersebut.

“GI Tourism itu adalah salah satu upaya untuk merubah indikasi geografis dari sebuah produk menjadi sebuah pengalaman,” ujar Irma.

Penggagas Dieng Culture Festival sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa, Alif Faozi mengatakan pengalaman menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berkualitas. Menurutnya, wisatawan harus mendapatkan lebih dari sekadar pemandangan.

“Pariwisata berkualitas itu tidak hanya mengajak wisatawan hanya something to see saja tetapi bagaimana kita bisa mengajak wisatawan itu something to do, something to learn, something to feel and something to buy,” kata Alif.

Kristiano mengatakan perjalanan GI Tourism direncanakan berlangsung sekitar tiga hari dua malam. Selain mengenal tiga produk Indikasi Geografis, wisatawan juga akan diperkenalkan dengan produk gastronomi lokal di wilayah Banyumas Raya.

“Jadi kita akan menggabungkan antara produk, story, kekayaan dari lokal wisdom-nya dan juga kita akan gabungkan dengan wisata gastronominya,” ujar Kristiano.

Menurutnya, konsep tersebut menjadi pembeda dengan wisatawan yang hanya membeli produk melalui toko atau secara daring. Wisatawan dapat mengetahui dari mana produk berasal, bagaimana prosesnya dan mengapa produk tersebut memiliki karakter tertentu.

Ketiga produk tersebut menjadi bagian dari pengembangan GI Tourism di Dieng. Konsep tersebut diharapkan membuat produk Indikasi Geografis tidak hanya menjadi komoditas, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....