GI Tourism Didorong Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Dieng
- 30 Agt 2026 08:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- GI Tourism didorong agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Dieng
- Wisatawan tidak hanya membeli produk Indikasi Geografis, tetapi juga mengikuti prosesnya dari hulu hingga hilir
- Paket wisata GI Tourism Dieng direncanakan berlangsung sekitar tiga hari dua malam
- Tiga produk Indikasi Geografis yang dikembangkan yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng
- Konsep wisata berkualitas diarahkan untuk membuat wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum mendorong Geographical Indication Tourism atau GI Tourism memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Dieng. Wisatawan nantinya tidak hanya membeli produk Indikasi Geografis, tetapi juga mengikuti pengalaman dari hulu hingga hilir.
Ketua Tim Kerja Pemanfaatan dan Pengawasan Indikasi Geografis DJKI Kementerian Hukum, Irma Mariana mengatakan GI Tourism mengubah produk Indikasi Geografis menjadi pengalaman wisata. Wisatawan diajak mengenal proses dan cerita di balik produk yang dinikmati.
“GI Tourism itu adalah salah satu upaya untuk merubah indikasi geografis dari sebuah produk menjadi sebuah pengalaman,” ujar Irma dalam IP Talks & Coffee di Festival Kopi Dieng 2026 yang disiarkan secara langsung YouTube DJKI Kemenkum, Sabtu 29 Agustus 2026.
Menurut Irma, wisatawan dapat bertemu petani, melihat proses produksi, melakukan testing hingga membeli produk. Pengalaman tersebut diharapkan memberikan nilai tambah yang tidak diperoleh ketika produk hanya dibeli secara daring.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara, Kristiano Hadi Pranoto mengatakan perjalanan GI Tourism di Dieng direncanakan berlangsung sekitar tiga hari dua malam. Wisatawan akan diajak menikmati tiga produk Indikasi Geografis dari hulu hingga hilir.
“Jadi nanti teman-teman wisatawan mungkin sekitar tiga hari dua malam kita akan ajak untuk menikmati tiga produk indikasi geografis kopi Dieng mulai dari hulu hingga hilir,” ujar Kristiano.
Wisatawan akan diajak mengikuti proses kopi mulai dari penanaman, pengolahan, processing, roasting hingga menikmati kopi khas Dieng. Carica dan Purwaceng juga akan dikenalkan melalui proses pengolahan dan cerita produknya.
Kristiano mengatakan pengalaman tersebut akan menggabungkan produk, cerita, kearifan lokal dan wisata gastronomi. Hal tersebut menjadi pembeda dengan produk yang hanya dibeli melalui toko daring.
Penggagas Dieng Culture Festival sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa, Alif Faozi mengatakan pariwisata berkualitas harus memberikan aktivitas kepada wisatawan. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tetapi juga melakukan, belajar, merasakan dan membeli.
“Pariwisata berkualitas itu tidak hanya mengajak wisatawan hanya something to see saja tetapi bagaimana kita bisa mengajak wisatawan itu something to do, something to learn, something to feel and something to buy,” kata Alif.
Menurut Alif, konsep tersebut diharapkan membuat wisatawan tinggal lebih lama di Dieng. Lama tinggal wisatawan menjadi salah satu cara agar aktivitas pariwisata memberikan manfaat ekonomi lebih luas kepada masyarakat.
Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Dr. Mohammad Amin mengatakan dampak kegiatan di Dieng juga perlu dilihat dari sisi masyarakat. Menurutnya, pengembangan festival harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus dampak sosial dan budaya.
“Saya tadi setuju itu siapa yang mendapat dampak pada itu. Nah, itu yang perlu dipertahankan,” ujar Amin.
Amin menilai Dieng Culture Festival memiliki orientasi pada community development. Ia menyebut festival tersebut tumbuh secara organik dari masyarakat dan kemudian difasilitasi pemerintah.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desyana mengatakan pemerintah daerah mendukung kegiatan yang dikembangkan masyarakat. Pemerintah memberikan ruang agar pelaku lokal dapat mengembangkan potensi daerah.
Pengembangan GI Tourism di Dieng diharapkan membuat manfaat ekonomi tidak hanya berasal dari penjualan produk. Aktivitas wisata dari hulu hingga hilir juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai ekonomi pariwisata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....