Jumlah Pengungsi Gempa NTT Naik, Kabupaten Ngada jadi 21.552 Orang

  • 30 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB terus memperbarui, data penanganan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil validasi terbaru, menunjukkan jumlah pengungsi bertambah 16.394 orang dibandingkan data sebelumnya.
  • Dengan adanya pembaruan tersebut, BNPB mencatat total pengungsi yang tersebar di tujuh daerah di NTT mencapai 192.303 orang. Kabupaten Nagekeo, menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi paling banyak, yakni mencapai 52.284 orang.
  • Di Kabupaten Ngada, ia mengaku, jumlah pengungsi mengalami peningkatan cukup tajam setelah data diperbarui. Dari sebelumnya tercatat 3.259 orang, jumlah tersebut kini menjadi 21.552 orang.

RRI.CO.ID, Jakarta - BNPB terus memperbarui, data penanganan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil validasi terbaru, menunjukkan jumlah pengungsi bertambah 16.394 orang dibandingkan data sebelumnya.

Dengan adanya pembaruan tersebut, BNPB mencatat total pengungsi yang tersebar di tujuh daerah di NTT mencapai 192.303 orang. Kabupaten Nagekeo, menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi paling banyak, yakni mencapai 52.284 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, tambahan tersebut merupakan hasil pembaruan data di lapangan. Ia menyebutkan, peningkatan jumlah pengungsi paling signifikan terjadi di Kabupaten Ngada.

“Kalau beberapa dua hari yang lalu kita mendapatkan pengurangan, tapi kali ini adalah tambahan. Dan ketambahannya sebesar 16.394 orang,” kata Berton dalam konferensi pers daring, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Di Kabupaten Ngada, ia mengaku, jumlah pengungsi mengalami peningkatan cukup tajam setelah data diperbarui. Dari sebelumnya tercatat 3.259 orang, jumlah tersebut kini menjadi 21.552 orang.

“Sehingga, di Ngada yang tadinya 3.259 orang, sekarang menjadi 21.552 orang pengungsi,” ucap Berton. Selain mencatat perkembangan jumlah pengungsi, BNPB juga memperbarui data korban meninggal dunia akibat bencana gempa.

Hingga laporan terbaru, jumlah korban jiwa tercatat BNPB sebanyak 111 orang. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 45 orang.

Berikutnya Manggarai Timur dengan 38 korban jiwa dan Nagekeo sebanyak 13 orang. Berdasarkan profil korban yang tercatat BNPB, perempuan menjadi kelompok yang paling banyak terdampak.

Sebanyak 56,4 persen korban merupakan perempuan, sedangkan korban laki-laki mencapai 43,6 persen. Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, korban didominasi oleh kelompok lanjut usia dengan proporsi 45 persen.

Kelompok dewasa berada di urutan berikutnya dengan persentase 37 persen. Di sisi lain, penanganan bencana juga terus dilakukan melalui distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak.

BNPB melaporkan menerima tambahan bantuan sebanyak 5 ton pada hari Sabtu. Sementara, bantuan yang telah dikirim ke sejumlah wilayah mencapai 22 ton pada periode laporan tersebut.

Berton mengatakan secara keseluruhan distribusi logistik dalam periode 15 hingga 29 Agustus 2026 telah mencapai 1.916 ton. Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah, dengan Labuan Bajo menerima porsi terbesar.

“Secara kualitatif jumlah logistik yang terkirim itu ada sebesar 1.916 ton. Dalam periode tanggal 15 sampai 29 Agustus 2026,” ujar Berton.

Dari total tersebut, sekitar 1.200 ton logistik dikirim ke Labuan Bajo dan 598 ton ke Maumere. Distribusi lainnya mencakup:

• Manggarai Barat 12 ton

• Manggarai 25 ton

• Manggarai Timur 30 ton

• Ngada 8 ton

• Nagekeo 16 ton

• Ende 16 ton

• Sikka 10 ton.

BNPB memastikan pemutakhiran data akan terus dilakukan seiring proses validasi di lapangan. Pembaruan tersebut diperlukan agar penanganan pengungsi, korban terdampak, serta distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....