BMKG Catat 9.765 Gempa Susulan di NTT sampai Hari Ini, Terbesar Magnitudo 6,2

  • 30 Agt 2026 09:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG mencatat, sebanyak 9.765 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT.
  • Dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo M1,0
  • Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi. Belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan

RRI.CO.ID, Jakarta - BMKG mencatat, sebanyak 9.765 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT. Data tersebut, dihimpun BMKG berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB.

"Dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo M1,0," kata BMKG dalam keterangan resminya, Minggu, 30 Agustus 2026.

BMKG juga mencatat, sebanyak 35 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5. Selain itu, sebanyak 155 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan mendatang. Berdasarkan analisis BMKG, rangkaian gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi. Belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” ucap Wijayanto.

Tingginya aktivitas tersebut, ia menjelaskan, terlihat dari jumlah gempa yang tercatat setiap harinya. Pada hari pertama terdapat 704 kejadian, kemudian meningkat menjadi 746 gempa pada hari kedua.

Kemudian juga tercatat, sebanyak 668, 649, dan 627 kejadian gempa susulan terjadi pada hari ketiga hingga kelima. Memasuki hari keenam, jumlah gempa kembali meningkat hingga mencapai 802 kejadian dalam kurun waktu 24 jam.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah terdampak masih berlangsung secara dinamis. Sejumlah gempa susulan juga menghasilkan guncangan cukup kuat dengan intensitas IV hingga VI Modified Mercalli Intensity (MMI).

Beberapa di antaranya bahkan menimbulkan dampak lanjutan terhadap bangunan dan infrastruktur yang sebelumnya telah terdampak gempa utama. Salah satu gempa signifikan terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan magnitudo 5,6.

Kemudian pada 20 Agustus, gempa berkekuatan M5,8 kembali terjadi pada pukul 05.45 WIB. Kemudian, disusul gempa dengan magnitudo yang sama pada pukul 09.47 WIB.

Guncangan dari rangkaian gempa tersebut menyebabkan kerusakan tambahan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya terdampak. Di beberapa lokasi, gempa juga memicu terjadinya tanah longsor.

Hasil relokasi BMKG menunjukkan persebaran gempa susulan tidak berlangsung secara merata. Aktivitas tersebut justru membentuk beberapa klaster dengan konsentrasi utama berada di sekitar sumber gempa utama M7,7 di wilayah utara Nagekeo.

Klaster utama tersebut memanjang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust. Sementara klaster lainnya teridentifikasi di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di wilayah sebelah utara Kabupaten Manggarai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....