BNPB: Korban Meninggal Gempa NTT Tetap 111 Orang

  • 29 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BNPB menyatakan jumlah korban meninggal akibat gempa NTT tetap 111 orang hingga hari ke-15 penanganan
  • Tidak ada penambahan korban yang ditemukan dalam 24 jam terakhir, menunjukkan perbaikan kondisi di lapangan.
  • Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengharapkan tidak ada lagi korban baru yang ditemukan di masa depan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT sebanyak 111 orang hingga hari ke-15 penanganan. Berdasarkan laporan terbaru, angka tersebut tidak bertambah dibandingkan hari sebelumnya berdasarkan perkembangan penanganan hingga Sabtu, 29 Agustus 2026.

“Untuk hari ini, sama dengan hari kemarin, tidak ada penambahan orang yang meninggal kita temukan. Kita tetap berdoa mengharapkan untuk tidak ada lagi korban-korban yang lain ditemukan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan konferensi pers secara daring, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Berton menyampaikan gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan catatan BMKG, hingga kini tercatat 9.278 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Selain itu, ia juga mengungkapkan jumlah pengungsi mengalami penambahan setelah pembaruan dan validasi data dilakukan di Kabupaten Ngada. Berton menyebut penambahan tersebut mencapai 16.394 orang, sehingga total pengungsi kini menjadi 192.303 orang.

Menurutnya, perubahan tersebut terjadi karena data sebelumnya dinilai belum cukup mutakhir dan valid. Sehingga, proses validasi dilakukan untuk memastikan jumlah pengungsi terpusat maupun mandiri menjadi lebih akurat.

“Di mana selama ini data-data yang hadir kepada kami itu kurang update, kurang valid, sehingga dilakukan validasi. Sehingga kita lihat di Ngada yang tadinya hanya 3.259 orang, sekarang menjadi 21.552 orang pengungsi,” ucapnya.

Sementara itu, BNPB juga mencatat sebanyak 3.627 kepala keluarga (KK) telah dipulangkan dari pengungsian terpusat di GOR Samador, Sikka. “Sehingga mulai hari ini, poslap penanganan pengungsi mandiri dan dapur umum akan dipindahkan ke Pulau Palue,” ujarnya.

Berton mengatakan keluarga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan akibat gempa telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara, penanganan pengungsi selanjutnya akan lebih diarahkan menuju Pulau Palue sesuai perkembangan kebutuhan lapangan.

Selain penanganan pengungsi, BNPB terus mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur. Hingga 29 Agustus 2026, total logistik yang telah dikirim mencapai 1.916 ton.

Bantuan tersebut didistribusikan melalui sejumlah jalur dan lokasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. BNPB juga memastikan kebutuhan bantuan tetap dipantau berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....