Muzani Nilai Pemerintah Serius Tangani Karhutla

  • 29 Agt 2026 07:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
  • Menurut Muzani, kebakaran bahkan mulai meluas hingga memasuki kawasan-kawasan sensitif, termasuk kawasan hutan konservasi.
  • Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai pemerintah menunjukkan keseriusan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. MPR turut menyampaikan keprihatinan atas kondisi karhutla yang masih meluas.

Muzani mengatakan karhutla saat ini terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Kalimantan, Sumatra, sebagian Pulau Jawa hingga Papua. Kondisi tersebut dinilainya cukup memprihatinkan.

"Kalau kami memperhatikan informasi dan berita tentang karhutla yang sekarang berkembang terjadi di Kalimantan, di Sumatra, sebagian terjadi di Pulau Jawa dan Papua. Kondisinya memang sangat memprihatinkan," kata Muzani di kediamannya, Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurut Muzani, kebakaran bahkan mulai meluas hingga memasuki kawasan-kawasan sensitif, termasuk kawasan hutan konservasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan.

"Kemudian terjadi perluasan area, kemudian mulai membakar atau memasuki wilayah-wilayah yang sensitif. Seperti kawasan hutan dan seterusnya, kawasan hutan konservasi dan seterusnya," ujarnya.

Meski demikian, Muzani melihat adanya keseriusan pemerintah dalam melakukan penanganan. Ia memahami bahwa upaya pemadaman karhutla menghadapi tantangan besar karena luasnya wilayah terdampak dan kondisi medan di lapangan.

"Tetapi juga kami melihat ada keseriusan pemerintah dalam melakukan penanganan ini. Meskipun medan di lapangan tentu saja tidak mudah karena medan yang begitu luas dan area yang begitu terbentang," katanya.

Muzani mengatakan intensitas kekeringan turut menjadi kendala dalam penanganan karhutla. Ketersediaan sumber air yang terbatas membuat proses pemadaman di sejumlah lokasi tidak mudah.

"Kemudian kekeringan yang begitu intensif, sumber-sumber air juga sulit didapatkan sehingga ini agak tidak gampang," katanya. Di tengah berbagai tantangan tersebut, Muzani mengapresiasi kerja aparat dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, TNI dan Polri bersama unsur terkait telah menunjukkan kesungguhan dalam menangani kebakaran. "Tapi saya melihat semangat dari aparat-aparat, baik TNI, Polri, ataupun mereka yang menangani persoalan karhutla ini dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

Muzani pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjibaku menangani karhutla. Ia mengingatkan agar aspek keselamatan tetap menjadi perhatian karena penanganan kebakaran di lapangan memiliki risiko.

"Karena itu kami berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam persoalan ini. Menangani ini tentu saja juga penuh risiko, kami minta agar kehati-hatian tetap dilakukan dan bantuan serta support kepada mereka terus dilakukan oleh masyarakat," kata Muzani.

Ia menilai dukungan masyarakat terhadap upaya penanganan karhutla juga cukup baik. Sehingga hal itu cukup membantu.

Dukungan tersebut diharapkan terus diberikan hingga persoalan karhutla dapat ditangani secara menyeluruh. "Support dan bantuan yang diterima oleh masyarakat juga menurut saya cukup bagus dalam memberikan tugas dan kelancaran tentang persoalan ini," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....