Komisi II Usulkan Publikasi Kinerja jadi Indikator Seleksi Penyelenggara Pemilu
- 29 Agt 2026 07:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, akan mengusulkan keaktifan publikasi konten di media sosial (medsos) dalam seleksi penyelenggara pemilu. Hal itu disampaikannya dalam Evaluasi Kebijakan Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu dalam Masa Non-Tahapan Pemilu, di Surabaya, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ketua Komisi II DPR yang akrab disapa Rifqi menuturkan, usulan tersebut nantinya akan disampaikan ke panitia tim seleksi (timsel). Selain untuk calon penyelenggara pemilu tingkat pusat, namun ketentuan itu juga berlaku bagi calon penyelenggara pemilu tingkat daerah.
"Saya nanti akan minta kepada timsel, baik di timsel pusat maupun nanti setelah anggota Bawaslu RI dan KPU RI terpilih, agar salah satu indikator untuk menilai (keaktifan publikasi di medsos)," kata Rifqinizamy, dikutip di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ditekankan Rifqinizamy, bahwa ketentuan keaktifan publikasi di medsos tersebut, lebih ditujukan kepada calon pertahanan penyelenggara pemilu. Hal ini dijelaskannya, sebagai bukti proaktif kinerja jajaran penyelenggara pemilu yang akan kembali mencalonkan diri.
"Terutama mereka yang sudah pernah menjabat sebagai anggota Bawaslu di berbagai tingkatan, itu salah satunya. Kita mau cek bagaimana keaktifannya di medsos, bagaimana indikator kinerjanya di medsos untuk itu," ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan Rifqinizamy, publikasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menyampaikan kinerja kepada publik. Terlebih lagi hal ini sebagai bentuk adaptasi perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini merambah ke medsos.
"Publik tidak akan pernah tahu apa yang kita kerjakan kalau kita kemudian tidak mempublikasikan apa yang kita kerjakan. Kita sedang berhadapan pada satu era: era digitalisasi, era post-truth, yang kebenaran itu diukur kerap kali berdasarkan persepsi yang ia dapatkan pada media yang paling dekat. Media yang paling dekat dengan dia, harus kita akui, adalah media-media sosial," imbuh Rifqinizamy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....