Presiden Perkenalkan Rumah Modular Tahan Gempa kepada Ramos-Horta

  • 29 Agt 2026 00:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia memiliki inovasi modular rumah tahan gempa
  • Rumah inovasi BRIN terbukti kokoh kendati ada guncangan gempa
  • Presiden Prabowo Subianto mengundang peraih hadiah Nobel

RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kepada Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta. Inovasi tersebut berupa rumah modular tahan gempa.

"Salah satu tadi yang dikenalkan oleh Bapak Presiden terkait dengan rumah modular tahan gempa. Di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak 2021-2022 yang alhamdulillah saat gempa tetap utuh," kata Kepala BRIN Arif Satria kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

BRIN terus berkoordinasi dengan mitra untuk memproduksi rumah tahan gempa secara massal. Menurut Arif, rumah tahan gempa lebih murah dan perlu digalakkan di daerah rawan gempa.

"Sekarang ini sedang kita terus berkoordinasi dengan mitra ya karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal. Sehingga, kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak," ujarnya.

"Bisa lebih murah lagi karena itu rumah tahan gempa ini saya kira sangat penting untuk daerah-daerah yang memang rentan terhadap gempa," katanya melanjutkan.

Mantan Rektor IPB tersebut mengatakan Presiden Prabowo menekankan pentingnya inovasi teknologi untuk menghadapi bencana. Indonesia merupakan negara rawan bencana karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.

"Presiden tadi juga menyampaikan bahwa Indonesia itu merupakan daerah yang Ring of Fire ya, banyak sekali titik-titik kerentanan terhadap bencana sehingga beliau tadi menyampaikan bahwa ini memerlukan kajian," katanya.

"Memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, ya maupun terus memberikan solusi sehingga hal-hal tersebut tidak terjadi di Indonesia," katanya menegaskan.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo mengundang para peraih Nobel dengan latar belakang dan bidang keahlian yang beragam. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Timor-Leste.

Pertemuan itu juga membuka kesempatan bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas, terutama di bidang teknologi.

“Para peraih Nobel tersebut berasal dari beragam bidang, mulai dari perdamaian, sains, kimia, pangan, dan bidang keilmuan lainnya. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang lingkungan hidup, riset, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi," ujar Seskab Teddy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....