Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan 120 Ribu Hunian Perkuat Program 3 Juta Rumah

  • 28 Agt 2026 15:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Danantara Housing Expo 2026 menjadi bagian integral dari upaya pemerintah memperluas akses hunian dan memperkuat Program 3 Juta Rumah nasional.
  • Pameran perumahan tersebut menawarkan pasokan hingga 120 ribu unit hunian melalui keterlibatan pengembang dan sektor pembiayaan yang terjangkau.
  • Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menekankan bahwa program perumahan memerlukan kolaborasi sinergis antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku ekosistem perumahan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menilai Danantara Housing Expo 2026 bagian dari upaya memperluas akses hunian sekaligus memperkuat kolaborasi Program 3 Juta Rumah. Pameran tersebut menghadirkan pasokan hingga 120 ribu unit hunian melalui keterlibatan pengembang dan sektor pembiayaan yang dapat diakses masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan program perumahan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak terkait. Ia menilai kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, perbankan, pengembang, serta berbagai pelaku dalam ekosistem perumahan nasional.

“Saya melihat Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah. Tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” ujar menteri yang akrab disapa Ara tersebut dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.

“Dengan hadirnya pilihan hunian dan alternatif pembiayaan, saya berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi. Kemudian dapat memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhannya,” ucapnya.

Ara menyebut pemerintah terus memperkuat sisi pembiayaan agar masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), semakin mudah memiliki rumah. Salah satunya melalui Kredit Program Perumahan (KUR) Perumahan dengan pembiayaan mencapai Rp130 triliun dan bunga lima persen.

Kebijakan tersebut juga diperkuat Bank Indonesia melalui relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) dari lima persen menjadi empat persen. Relaksasi tersebut memberikan tambahan likuiditas perbankan sekitar Rp80 triliun untuk mendukung pembiayaan perumahan.

Tambahan likuiditas tersebut turut mendorong peningkatan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) secara nasional. Saat ini, kuota FLPP telah meningkat dari sebelumnya 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit secara nasional.

Ara mengatakan dampak kebijakan pembiayaan tersebut telah terlihat melalui pelaksanaan akad massal KPR subsidi. Ia mengungkapkan sebanyak 62.710 unit KPR subsidi telah dilakukan akad serentak pada 30 Juli 2026 lalu.

Ia menambahkan pelaksanaan akad tersebut berlangsung di 36 provinsi dan 372 kabupaten atau kota secara serentak. Pada momentum sama, pemerintah juga mencatat akad KUR Perumahan senilai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur.

Kita ingin kegiatan ini mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan dampak ekonomi.

“Kita ingin kegiatan ini mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, menggerakkan industri perumahan, serta menciptakan dampak ekonomi. Saya berharap kolaborasi Danantara Housing Expo terus berlanjut sebagai upaya bersama mempercepat pencapaian Program 3 Juta Rumah,” katanya.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengapresiasi kolaborasi pemerintah dalam mempercepat Program 3 Juta Rumah. Menurutnya, pameran tersebut memberikan akses pembiayaan lebih mudah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Danantara Housing Expo 2026 memberikan skema pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau serta akses yang lebih mudah untuk masyarakat. Hal itu bertujuan untuk mewujudkan rumah impian bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Rosan yang juga sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Sebagai informasi, Danantara Housing Expo 2026 menghadirkan lebih dari 130 pengembang dari BUMN Karya maupun sektor swasta. Pameran tersebut menyediakan sekitar 100 ribu hingga 120 ribu unit hunian bagi masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan pilihan rumah subsidi dan rumah susun yang berlangsung hingga Minggu, 30 Agustus 2026. Pengunjung juga dapat memperoleh informasi legalitas, pilihan hunian, pembiayaan, hingga mengajukan KPR secara langsung.

Selain area pengembang properti, pameran menghadirkan sektor perbankan, lembaga keuangan, home living, gaya hidup, hingga kendaraan listrik. Ekosistem tersebut memperkuat industri properti sebagai penggerak ekonomi karena berkaitan dengan sekitar 185 sektor industri turunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....