Pertamina Patra Niaga Pastikan Infrastruktur B50 Telah Siap
- 28 Agt 2026 14:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Realisasi distribusi pada 1 Juli-20 Agustus 2026, penyaluran B50 rata-rata mencapai sekitar 73 ribu kiloliter per hari.
- Biodiesel B50 merupakan program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
- B50 pengganti bahan bakar kendaraan berbasis fosil dengan bahan bakar baru terbarukan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung penerapan bahan bakar biodiesel B50. Kesiapan tersebut mencakup proses pencampuran, penyimpanan, pengendalian mutu, hingga distribusi kepada masyarakat.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga Hari Purnomo mengatakan, Pertamina terus memperkuat kesiapan fasilitas dan infrastruktur B50. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas produk, keselamatan, serta keandalan pasokan energi.
Menurutnya, Pertamina terlibat langsung dalam proses penerimaan FAME, pencampuran, penyimpanan, hingga distribusi B50. FAME diterima dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati. Penerimaan melalui kapal, mobil tangki, maupun pipa terminal Pertamina.
“Pada tahap pertama bahan FAME diterima oleh Pertamina dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati. Bahan FAME melalui tiga metode transportasi yakni kapal laut, truk atau mobil tangki, dan pipa terminal Pertamina,” kata Hari dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
Setelah diterima, FAME disimpan dalam tangki sebelum memasuki proses pencampuran dengan solar. Proses tersebut dilakukan melalui metode sequential blending dan inline blending untuk menghasilkan komposisi B50.
“Sequential blending dilakukan antara tangki solar dan FAME untuk menghasilkan biosolar B50. Sedangkan inline blending dilakukan ketika FAME dan solar bertemu dalam satu pipa untuk memastikan pencampuran berlangsung baik,” katanya, menjelaskan.
Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan New Gantry System di 11 lokasi untuk mendukung pengisian B50. Infrastruktur tersebut digunakan untuk proses pengisian atau pemuatan B50 ke kendaraan maupun mobil tangki.
Hari mengatakan, distribusi B50 membutuhkan perencanaan yang matang karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pertamina terus memantau pola suplai agar kebutuhan bahan bakar masyarakat dapat terpenuhi tepat waktu.
“Proses suplai dari satu terminal ke terminal lain membutuhkan perencanaan dan realisasi yang tepat. Hal ini agar masyarakat bisa memperoleh kebutuhan bahan bakarnya tepat waktu,” ujarnya.
Dari sisi kesiapan, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 40 titik serah FAME dengan kapasitas penyimpanan aman terminal eksisting mencapai 271.691 kiloliter. Pertamina juga meningkatkan kapasitas penyimpanan, penerimaan FAME, serta kesiapan armada kapal dan mobil tangki.
Dengan komposisi 50 persen FAME dan 50 persen solar, kebutuhan harian masing-masing bahan mencapai sekitar 36,7 ribu kiloliter. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati dalam pelaksanaan program tersebut.
Pemerintah menempatkan mandatori B50 sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Program tersebut diharapkan mengurangi impor solar, menghemat devisa, meningkatkan serapan CPO, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.
Hari optimistis penerapan B50 dapat membantu Indonesia memenuhi kebutuhan solar secara mandiri. Menurutnya, implementasi B50 juga menjadi langkah mengurangi ketergantungan terhadap impor produk solar.
“B50 jauh lebih bermanfaat untuk negara kita dalam memastikan kebutuhan solar secara mandiri. Dengan implementasi ini, sampai hari ini kita masih terus menjaga agar tidak melakukan impor produk solar,” katanya.
B50 merupakan bahan bakar dengan campuran 50 persen FAME dan 50 persen solar fosil. Pertamina mulai meluncurkan dan mendistribusikan B50 secara bertahap sejak 1 Juli 2026.
Pada periode 1 Juli hingga 20 Agustus 2026, distribusi B50 rata-rata mencapai sekitar 73 ribu kiloliter per hari. Hingga 19 Agustus 2026, implementasi B50 telah mencakup 120 terminal BBM di seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....